Rabu Sore, Rupiah Berbalik Drop Seiring Kurs Asia

Rupiah - swarasemar.comRupiah - swarasemar.com

JAKARTA – Rupiah ternyata gagal mempertahankan posisi di area hijau pada Rabu (12/6) sore, meski gerak indeks dolar AS masih belum stabil seiring dengan peningkatan proyeksi penurunan . Menurut catatan Index pada pukul 15.58 WIB, Garuda melemah 2,5 poin atau 0,02% ke Rp12.241 per dolar AS.

Sementara itu, Bank Indonesia siang tadi menetapkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) berada di posisi Rp14.234 per dolar AS, menguat 24 poin atau 0,17% dari perdagangan sebelumnya di level Rp14.258 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mata uang justru terpuruk di hadapan , dengan pelemahan terdalam sebesar 0,08% dialami won Korea Selatan.

Dari pasar , indeks dolar AS sebenarnya masih melayang di dekat level terendah 11 minggu terhadap mata uang utama lainnya pada hari Rabu, terbebani oleh ekspektasi bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga dalam beberapa bulan ke depan. Mata uang Paman Sam terpantau melemah 0,043 poin atau 0,04% ke posisi 96,643 pada pukul 13.06 WIB.

Diberitakan Reuters, indeks dolar AS telah berada di bawah tekanan menyusul penurunan tajam imbal hasil Treasury AS, yang jatuh ke posisi terendah hampir dua tahun pada hari Jumat (7/6) kemarin, setelah laporan pekerjaan AS dilaporkan negatif, sekaligus meningkatkan proyeksi penurunan suku bunga . Fokus sekarang tertuju pada pertemuan kebijakan The Fed pada 18-19 Juni mendatang untuk sinyal mengenai arah kebijakan moneter.

“Pasar telah memberi untuk pemotongan suku bunga oleh The Fed ke tingkat yang signifikan,” kata ahli strategi senior di Barclays di Tokyo, Shinichiro Kadota. “Jadi, pasar menantikan pertemuan Federal Reserve minggu depan sebagai kesempatan untuk melihat seberapa banyak dan berapa lama bank itu siap untuk melonggarkan kebijakan.”

Harapan untuk penurunan suku bunga bank sentral AS pada tahun ini meningkat pada minggu lalu setelah sejumlah pejabat The Fed, termasuk Gubernur Jerome Powell, mengisyaratkan mereka terbuka untuk pelonggaran kebijakan moneter. Menurut t FedWatch CME Group, pedagang suku bunga berjangka memberi peluang 17% untuk pelonggaran pada pertemuan minggu depan dan peluang 80% pada pertemuan berikutnya di bulan Juli.

Loading...