Rabu Sore, Otot Dolar Kirim Kurs Rupiah Tembus Rp14.400

Rupiah - kabar.newsRupiah - kabar.news

Penguatan yang terus berlanjut selepas testimoni Gubernur The Fed, Jerome Powell, mengenai ekonomi AS dan ekspektasi kenaikan , menutup peluang untuk bergerak ke area hijau sepanjang perdagangan Rabu (18/7) ini. Menurut data Index pukul 15.46 WIB, mata uang NKRI melemah 36 poin atau 0,25% ke level Rp14.414 per .

Sebelumnya, rupiah sempat berakhir menguat 16 poin atau 0,11% di posisi Rp14.378 per AS pada tutup dagang Selasa (17/7) kemarin. Namun, mata uang Garuda berbalik melemah 14 poin atau 0,10% ke level Rp14.392 per AS ketika membuka pagi tadi. Sepanjang hari ini, spot praktis harus betah berada di teritori merah.

Dari pasar global, indeks dolar AS memang terus bergerak lebih tinggi pada hari Rabu, naik ke level tertinggi dalam enam bulan terhadap yen Jepang, didukung pandangan optimistis Jerome Powell dan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed lebih lanjut. Mata uang Paman Sam terpantau menguat 0,103 poin atau 0,11% ke level 95,088 pada pukul 11.02 WIB.

Dilansir Reuters, dalam testimoni di depan Kongres AS pada Selasa siang waktu setempat, Powell mengisyaratkan bahwa era pertumbuhan ekonomi AS yang stabil dapat terus berlanjut. Ia pun cenderung mengecilkan dampak risiko perang dagang global terhadap prospek kenaikan suku bunga pada tahun ini.

“Dolar AS terus bergerak lebih tinggi, terutama terhadap yen Jepang, dengan penghindaran risiko di pasar ekuitas mereda,” tutur ahli strategi FX senior di IG Securities di Tokyo, Junichi Ishikawa. “Ketika, imbal hasil Treasury jangka panjang tidak meningkat secara mencolok, ini adalah cerminan dari permintaan investor untuk aset AS yang menghasilkan tingkat pembelian greenback.”

Sementara itu, siang tadi Bank Indonesia mematok berada di posisi Rp14.406 per dolar AS, terdepresiasi 15 poin atau 0,10% dari perdagangan sebelumnya di level Rp14.391 per dolar AS. Di saat yang hampir bersamaan, mayoritas mata uang tidak berkutik di hadapan greenback, dengan pelemahan terdalam sebesar 0,38% dialami won Korea Selatan.

Loading...