Beda dengan UEA, Qatar Jadi Mediator Gencatan Senjata di Gaza

Ilustrasi: kecamuk perang di Gaza (sumber: aa.com.tr)Ilustrasi: kecamuk perang di Gaza (sumber: aa.com.tr)

Ketika (UEA) sibuk menormalisasi hubungan mereka dengan , tetangga mereka , , tampil sebagai perantara gencatan senjata di Jalur Gaza. Selain berhasil membuat Hamas setuju untuk mengendalikan serangan terhadap Israel, Doha juga akan meningkatkan dukungan keuangannya kepada otoritas Palestina di Gaza, dari 30 juta dolar AS menjadi 35 juta dolar AS dalam sebulan.

Dikutip dari TRT World, beberapa waktu belakangan, para politisi Barat, Israel, dan UEA memuji kesepakatan kontroversial yang membuat Abu Dhabi mengumumkan pengakuan mereka atas Israel. Namun, di lain sisi, warga Palestina di seluruh spektrum dengan tegas menolak kesepakatan itu dan menuduh UEA melakukan pengkhianatan, memperjelas bahwa mereka tidak menganggap negara Teluk itu sebagai penengah yang tidak memihak dalam urusannya dengan Israel.

Dalam komentar yang dilaporkan oleh Al Jazeera, pejabat senior PLO, Wasel Abu Yousef, mengatakan bahwa posisi UEA, dalam hal waktu dan esensinya, hanya dapat dipahami sebagai memberikan pengaruh gratis kepada Israel. “Tidak ada pembenaran yang masuk akal untuk itu, kecuali bahwa itu memberi lebih banyak kekuatan untuk pendudukan dan meningkatkan kejahatannya terhadap Palestina,” tandas Yousef.

Politisi UEA memang telah mempromosikan pakta dengan Israel sebagai ‘kebutuhan yang menyelamatkan Palestina’ dari penjajahan lebih lanjut di wilayah Tepi Barat. Israel memang berencana untuk mencaplok sebagian wilayah dan pihak Emirat mengklaim telah menghentikan proses itu dengan mengumumkan kesepakatan mereka. Namun, politisi Israel, termasuk Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, telah menjelaskan bahwa mereka masih berencana untuk melakukan aneksasi.

Karena itu, kesepakatan tersebut, yang diumumkan pada awal Agustus 2020 kemarin, mungkin salah satu yang dapat meningkatkan hubungan antara UEA dan Israel, tetapi memiliki sedikit pengaruh positif pada kehidupan warga Palestina. Ringkasnya, UEA telah menyerahkan pengaruh yang mereka miliki atas Palestina, untuk ikut campur dengan Israel.

Berbeda dengan tetangganya di Teluk, pemerintah Qatar telah mengambil peran yang semakin penting dalam meredakan kekerasan antara faksi Palestina dan Israel, seperti yang dibuktikan di tengah pemboman Israel baru-baru ini di Gaza. Mediasi Doha sangat menentukan dalam keputusan Israel untuk mengakhiri pemboman atas wilayah yang terkepung.

Sebagai imbalan untuk diakhirinya pemboman Israel, faksi Palestina, Hamas, setuju untuk mengendalikan serangan terhadap Israel menggunakan balon dan roket pembakar oleh pejuang mereka sendiri dan kelompok lain. Sebagai bagian dari kesepakatan itu, Israel akan mengizinkan bahan bakar memasuki wilayah tersebut melalui penyeberangan Kerem Shalom dan memperluas zona yang memungkinkan para nelayan Palestina melakukan perjalanan ke Mediterania hingga jarak 15 mil.

Berbeda dengan UEA, Qatar berhasil mempertahankan peran perantara tanpa pengakuan Israel. Terlepas dari kecurigaan Israel, Qatar memang telah lama berusaha bertindak sebagai mediator dalam konflik Israel dengan Palestina, termasuk selama Perang Gaza 2014, yang menewaskan lebih dari 2.000 warga Palestina, kebanyakan merupakan warga sipil.

Selama konflik itu, keberatan Israel berasal dari gagasan bahwa Qatar akan terlalu condong ke pihak Palestina. Meski demikian, Qatar sejak itu muncul sebagai kekuatan keuangan utama yang menjaga Gaza dari krisis . Kepada Israel, Doha menyangkal bahwa mereka mendukung Hamas, tetapi lebih kepada berurusan dengan kelompok tersebut sebagai perwakilan dari Palestina di Gaza, untuk memastikan kelancaran distribusi bantuan yang disuplai.

Loading...