Putusan Tepat Bank Indonesia Bawa Indonesia pada Penguatan

rupiah kembali unjuk kekuatan, hal ini tampak dari pergerakan (Rabu, 18/3/) yang menguat sebesar 45 poin atau senilai 0,34% dibandingkan level kemarin hingga melaju hari ini di posisi Rp13.209 perDolar Amerika. Berdasarkan pantauan data yang dilakukan oleh (Jakarta Interbank Spot Dollar Rate) , Rupiah telah naik hingga ke level Rp 13.164 per dolarnya. Penguatan Rupiah ini dinilai sebagai efek dari antusiasme para pelaku pasar terhadap kebijakan terbaru yang memilih untuk tetap mempertahankan acuannya (BI rate) pada kisaran 7,5%.
Di malam sebelumnya, Bambang Brodjonegoro selaku Keuangan Indonesia mengungkapkan bahwa langkah yang diambil Bank Indonesia tersebut sudah tepat. Bambang juga menilai bahwa kebijakan ini akan membawa 2 keuntungan untuk Indonesia, yaitu menolong posisi Rupiah dan mengarahkan defisit neraca transaksi agar merayap ke tingkatan yang lebih sehat di kisaran 2,5% hingga 3% terhadap GDP (Produk domestik bruto) dalam jangka menengah. “Sudah jadi bagian dari (tugas) Bank Indonesia untuk mengintervensi pasar keuangan dalam (rangka) menjaga stabilitas Rupiah. Kebijakan Bank Indonesia ini diharapkan dapat difokuskan pada (upaya) menjaga stabilitas makro ekonomi di tengah meningkatnya ketidakpastian di pasar global,” ujar Bambang saat diwawancara di rumah dinasnya kemarin (17/3).
Sementara itu, Reza Priyambada sebagai Kepala Riset PT Securities Indonesia memperkirakan bahwa tindakan Amerika Serikat yang masih terkesan menunda penarikan acuan suku bunga justru memberikan kesempatan bagi Rupiah untuk menguat. Menurut Reza, terjadinya aksi ambil untung terhadap laju dolar AS di pasar global juga turut memberikan sentimen positif bagi pergerakan Rupiah. “Jelang pengumuman tentang kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve yang masih melangsungkan rapat, mendorong potensi Rupiah untuk menguat. Kisarannya (mungkin) masih belum jauh dari level Rp 13.200 sampai Rp 13.215 per ,” tukas Reza.

Loading...