PUPR & Balitbang Kembangkan SINDILA, Teknologi Untuk Atasi Kemacetan

Jakarta Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat () melalui Badan Penelitian dan Pengembangan () menunjukkan berbagai teknologi yang dapat membantu pembangunan dan pengembangan di Indonesia lewat Pekan Inovasi, Sains, dan Teknologi Litbang 2016 yang digelar pada 9-11 Agustus 2016 di Jakarta. Salah satu inovasi yang dipamerkan Balitbang pada acara itu adalah Sistem Dini Lalu Lintas (SINDILA).

Salah seorang peneliti SINDILA, Achmad Sidhi Purnama memaparkan jika software SINDILA memakai sensor alat penghitung volume lalu lintas dan dengan sensor tersebut SINDILA akan menganalisa kinerja lalu lintas dan Variable Message Sign (VMS).

“Cara kerjanya adalah, sensor menghitung volume lalu lintas melalui kamera, lalu data dari sensor tersebut dihitung melalui software, sehingga didapat kinerja lalu lintas,” ujarnya, Jumat (12/8) kemarin.

Lebih lanjut Achmad menjelaskan jika informasi kinerja lalu lintas itu nantinya akan disampaikan lewat VMS agar pemakai jalan bisa memutuskan akan tetap lewat jalan semula atau lewat jalur alternatif.

Sampai saat ini rupanya SINDILA telah dipakai di Jembatan Sedayu Lawas (Lamongan), Jembatan Comal A dan B (Pemalang), Jembatan Cindaga (Banyumas), Jembatan Tanggulangin (Kudus), Flyover Pasupati (Bandung, Jembatan Air Tebih Suluh (Palembang) untuk memeriksa volume kendaraan yang lewat di sana dan juga sebagai backup sensor (detektor keamanan jembatan).

Di samping itu SINDILA juga telah dipakai di Jalan Tol Cipali untuk mengidentifikasi kecelakaan di Tol Cipali tahun 2015 lalu.

“Tetapi pengaplikasiannya belum diperuntukkan secara langsung untuk pengguna jalan, lebih diprioritaskan untuk kepentingan pengawasan infrastruktur jalan,” katanya.

Dengan adanya teknologi SINDILA, ia berharap tragedi kemacetan parah ‘’ seperti di pintu keluar tol Brebes Timur pada momen Lebaran beberapa waktu lalu dapat dicegah dan memudahkan pengguna jalan untuk menemukan jalur alternatif.

 

Loading...