Punya Suara Merdu & Warna Bulu Indah, Berapa Harga Burung Perkici Kuning Hijau?

Burung Perkici Kuning Hijau - id.wikipedia.orgBurung Perkici Kuning Hijau - id.wikipedia.org

Kalangan penghobi kicau hias mungkin sudah tak asing lagi dengan sosok perkici. Namun umum mungkin masih ada yang belum mengetahui seperti apa wujud burung yang disebut-sebut punya bulu indah dan suara kicauan yang bagus ini. perkici ada beragam, misalnya perkici berwarna kuning hijau (Trichoglossus flavoviridis), perkici Timor, atau perkici pelangi yang kini disebut-sebut semakin langka karena keberadaannya terancam punah. Dibandingkan perkici pelangi, perkici kuning hijau masih relatif lebih murah.

Berdasarkan tahun 2017 lalu, harga perkici kuning hijau hanya Rp 50 ribuan saja per ekor di Desa Bebanga, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat. Burung yang termasuk salah satu burung paruh bengkok (parrot) ini memiliki persebaran di Indonesia, India, China, dan beberapa negara di .

Di dunia internasional, perkici kuning-hijau dikenal dengan nama Citrine Lorikeet atau Yellow-and-green Lorikeet dan termasuk salah satu spesies burung endemik di Indonesia. Perkici kuning hijau mempunyai ukuran panjang tubuh sekitar 20-21 cm dengan warna bulu dominan hijau. Lalu bagian kepala dan mahkota berwarna kuning zaitun, sedangkan bagian tengkuknya berwarna cokelat, dan bagian tenggorokan sampai ke bagian perut berwarna kuning berpadu hijau.

Perkici kuning hijau memiliki habitat di daerah hutan serta daerah yang banyak pohonnya dengan ketinggian berkisar 800-2.400 meter di atas permukaan laut. Di Indonesia, burung perkici hijau memiliki daerah persebaran terbatas di Sulawesi dan Kepulauan Sula (Pulau Taliabu, Seho, dan Mangole).

Berdasarkan data Red List IUCN, populasi burung perkici kuning hijau kabarnya kini masih ada pada status ‘Risiko Rendah (LC)’, sedangkan status perdagangan internasionalnya ‘Appendix II’, sehingga disebut-sebut masih boleh diperdagangkan dengan mengikuti peraturan tertentu.

Berbeda dengan perkici pelangi yang statusnya kini berada di ambang kepunahan. “Pemeliharaan burung di Indonesia adalah bagian besar dari kultur nasional, namun permintaan yang tinggi telah menyebabkan adanya perburuan burung yang berlebih sehingga populasi burung berkurang secara drastis,” beber Dr Chris Shepard, Direktur TRAFFIC Asia Tenggara, seperti dilansir Tribunnews.

Selain perkici pelangi, saat ini ada beberapa spesies burung lain yang terancam punah akibat perburuan, antara lain Elang Jawa, Merak Hutan Perak, Rangkong Gading, Kakatua Jambul Kuning, Ekek Geling Jawa, Jalak Putih, Jalak Bali, Cucakrawa, Kacamata Jawa, Poksay Kuda, Poksay Sumatra, dan Gelatik Jawa.

Loading...