Punya Rasa yang Unik, Harga Paprika di Pasaran Ternyata Tergantung Warna

Harga Paprika - www.goenningersamen.deHarga Paprika - www.goenningersamen.de

Paprika memang punya cita rasa yang unik dan pedas mirip cabai. Di ada berbagai macam paprika, mulai dari paprika hijau, kuning, oranye, dan merah. Meski pada dasarnya bentuknya hampir sama, tetapi harga paprika sering kali dibanderol berbeda, sesuai dengan warnanya. Harga paprika di cukup variatif, tergantung dan dari paprika itu sendiri. Mengapa demikian?

Umumnya, paprika berwarna kuning, oranye, dan merah dengan harga relatif lebih mahal dibandingkan paprika yang warnanya masih hijau. Pasalnya paprika kuning, oranye, dan merah membutuhkan waktu lebih lama untuk dipanen. Semakin lama bertahan rambatannya, maka akan semakin manis pula rasa paprika dan semakin banyak nilai gizi di dalamnya. Warna yang berbeda pun mempengaruhi daya tahan simpan yang berbeda pula.

Sebagai informasi, harga paprika di Hypermart per 100 gram dibanderol Rp 7.990. Kemudian ada pula yang membanderol paprika hijau seharga Rp 15-16 ribuan per buah. Di Carrefour harga paprika merah (red) dibanderol Rp 17.200, paprika kuning (yellow) Rp 24.100, dan paprika oranye (orange) harganya bisa mencapai Rp 29 ribu. Di induk, harga paprika hijau per 1 kilogram (kg) dijual Rp 40 ribu, paprika kuning Rp 55 ribu per kilo, dan paprika merah harganya juga Rp 55 ribu per kg.

Paprika biasanya bisa dengan mudah ditemukan di pasar-pasar tradisional, minimarket, hingga supermarket layaknya Giant, Hypermart, Superindo, Carrefour, Lotte Mart, dan sebagainya. Namun harga yang dipatok tiap tempat bisa berbeda-beda.

Saat ini, imbas dari menguatnya ternyata juga mau tak mau berdampak pada berbagai sektor, termasuk harga impor. Benih atau bibit paprika pun kabarnya melonjak hingga 20%. Alhasil para petani paprika kini terpaksa menerima keuntungan yang lebih sedikit.

“Kalau untuk kenaikan dollar jelas pengaruh di bibit, memang bibit kita selama ini impor dari Belanda karena belum ada bibit dari dalam negeri, jadi itu sangat berpengaruh hitungan kami sekitar 20 persen cost harus dinaikkan untuk sarana produksi pembelian benih,” kata Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Peni Murni Kabupaten Batang, Nur Kholis saat ditemui di Desa Deles, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Kamis (6/9/2018), seperti dilansir Tribunnews.

Nur juga mengatakan, kenaikan harga benih itu mengakibatkan keuntungan yang didapat turut menurun. “Tentu mau tidak mau keuntungan yang diturunkan kecuali harga produksi dinaikkan, sedangkan harga paprika di Indonesia masih fluktuatif, dan daya beli di Indonesia sendiri untuk paprika masih belum terlalu banyak,” ungkapnya.

Loading...