Punya Pasar yang Luas, Bisnis Bimbel Tawarkan Prospek Cerah & Berkelanjutan

Bisnis Bimbel - www.quipper.comBisnis Bimbel - www.quipper.com

Kesadaran Indonesia yang tinggi terhadap dunia rupanya telah membuat usaha bimbingan (bimbel) memiliki prospek yang cerah. Bisnis satu ini bisa dirintis dari skala kecil hingga skala besar di mana saja. Bahkan pasarnya cukup luas, mulai tingkat Taman Kanak-Kanak (TK), SD, SMP, hingga tingkat SMA yang hendak melanjutkan ke perguruan tinggi. Tak heran jika bisnis bimbel pun kini banyak yang berkembang dengan franchise atau waralaba, sehingga mampu membuka cabang di berbagai tempat.

“Bisnis ini memiliki target pasar yang luas dari TK hingga SMA. Calon mitra harus mencermati bagaimana pusat mengelola tenaga pengajar karena berbanding lurus dengan penambahan siswa. Selain itu juga cermati mengenai kualitas tenaga pengajarnya,” kata Amir Karamoy, Ketua Komite Tetap Waralaba dan Lisensi Kamar Dagang Indonesia (Kadin), seperti dilansir Kontan.

Tak hanya bimbel offline yang mengharuskan para siswanya untuk bertemu pengajar secara langsung saja, bisnis bimbel online seperti Quipper asal Inggris pun saat ini juga cukup populer. Sejak memasuki pasar Indonesia tahun 2015, rupanya Quipper di Tanah Air terus berkembang.

“Tahun pertama kami cuma punya sekitar 350 registered users,” ujar Tri Nuraini, Kepala PR & Pemasaran Quipper Indonesia, seperti dilansir Tirto. Bahkan saat ini Quipper Indonesia mengklaim memiliki 5 juta pendaftar, lebih besar dari jumlah pengguna di Filipina.

Menurut Nuraini, salah satu alasan yang menyebabkan bisnis bimbel memiliki prospek yang cukup stabil adalah karena jumlah calon mahasiswa baru di Indonesia yang terus meningkat. Menurut data Statistik Pendidikan Tinggi, jumlah mahasiswa baru selalu di atas angka 1 juta sejak tahun 2010/2011 silam. “Makin ke sini, orang-orang juga makin sadar bahwa pendidikan semakin penting. Jadi, yang ikut bimbel akan selalu ada. Sejauh ini prospek Quipper juga bagus,” ucapnya.

Sejak beberapa tahun lalu sudah banyak bisnis bimbel yang menawarkan -paket franchise. Biaya kemitraan bimbel ini biasanya berkisar di angka puluhan juta . Misalnya saja di Bimbel Modern Plus, Tangerang yang beberapa tahun lalu menawarkan paket franchise antara Rp 35-67 jutaan dengan omzet sekitar Rp 25-50 jutaan per bulan. Mitra ditargetkan balik maksimal 1,5 tahun saja.

Loading...