Punya Pangkalan di Karanglo, Tarif Taksi Mandala Malang Mulai Rp 30 Ribuan

Taksi Mandala - www.radarmalang.id

Pada kesempatan tertentu, moda umum seperti masih disukai oleh masyarakat. Di area Kota sendiri terdapat beberapa penyedia taksi yang cukup difavoritkan oleh masyarakat, misalnya seperti Taxi Citra, Bima, hingga Mandala. taksi di Malang pun relatif seragam karena mengacu pada Peraturan Wali Kota (Perwali).

Berdasarkan Peraturan Walikota No. 24 Tahun 2013, tarif minimal taksi Mandala dan taksi-taksi lainnya di Malang adalah Rp 30.000 dengan tarif tiap kilometer selanjutnya adalah Rp 3.600 per km. Kemudian tarif pertama atau buka pintu (flag fall) Rp 5.000 dan tarif tunggu setiap jam adalah Rp 36.000.

Karena tarif minimal taksi di Malang dinilai cukup mahal, beberapa penyedia jasa taksi seperti PT Mandala Satata Gama yang memiliki pool atau pangkalan di daerah Karanglo dan Panji Suroso pun kini mengintegrasikan angkutannya dengan sistem online. Terbukti, dari integrasi ini rupanya Direktur PT Mandala Satata Gama (pengelola taksi Mandala) Reza Prabawa Wijaya mengaku taksinya telah meraup banyak keuntungan.

“Kami berusaha mendapatkan ‘kue’ lebih. Kalau selama ini pemesanan hanya lewat Blackberry Messenger (BBM), WhatsApp (WA), dan telepon, sekarang bisa lewat aplikasi,” ujar Reza, seperti dilansir Radar Malang.

Taksi Argo Perdana yang juga dikelola oleh PT Mandala Satata Gama mengaku telah bergabung dengan pada layanan GrabTaxi dan juga Go-Jek lewat aplikasi Go-Car. Menurut Reza, dengan bergabungnya taksi konvensional dengan taksi berbasis aplikasi justru menawarkan pilihan beragam pada . “Mereka () lebih suka yang mudah, murah, dan pastinya cepat,” katanya.

Lebih lanjut Reza memaparkan, walau pihaknya bergabung dengan aplikasi online, tarif taksinya masih mengacu pada argo. “Kami masih pakai argometer. Karena sesuai peraturan, harus pakai argo,” ungkapnya.

Seperti diketahui, selama ini penumpang memang lebih banyak yang memilih GrabCar dibanding GrabTaxi. Tetapi pada waktu tertentu justru GrabTaxi yang dijadikan pilihan. “Kalau pas lagi high demand ( tinggi), tarif GrabCar bisa melonjak tajam. Akhirnya mereka (penumpang) pun beralih ke GrabTaxi,” jelasnya.

Pihak sopir pun mengaku merasakan keuntungan setelah perusahaan bergabung dengan aplikasi online. Jika sebelumnya hanya ada 70 penumpang, maka kini penumpang bisa meningkat sampai 200 orang per hari. “Driver juga bisa mendapat bonus ketika menerima orderan lewat aplikasi. Bahkan, driver saya ada yang mendapatkan Rp 4 juta dalam waktu dua minggu. Itu di luar biaya setoran setiap harinya,” tutupnya.

Loading...