Punya Ekskul Jurnalistik, Berapa Biaya Studi di Pesantren Al Hassan?

Pesantren Al Hassan bekasi - mahirah fahirahPesantren Al Hassan bekasi - mahirah fahirah

Al Hassan merupakan salah satu pesantren yang tidak hanya membekali para santri dengan dan pendidikan formal, tetapi juga dengan beragam keterampilan seperti pidato Inggris dan pelatihan jurnalistik. Pesantren yang berlokasi di Pondok Gede, itu sendiri mematok yang cukup terjangkau untuk mereka yang ingin menuntut ilmu di sana.

Seperti dikutip dari resminya, untuk bisa meneruskan studi di tempat ini, calon santri wajib membayar biaya sebesar Rp300 ribu, selain syarat lain seperti fotokopi Akta Kelahiran, sehat jasmani dan rohani, serta sanggup tinggal di asrama. Sementara, biaya bulanan yang harus dibayarkan, khusus untuk jenjang SMP, sebesar Rp1.250.000, dengan rincian untuk SPP dan makan sehari tiga kali.

“Setiap kenaikan kelas, ada biaya daftar ulang yang harus dibayarkan oleh para santri,” tulis Pesantren Al Hassan. “Biaya daftar ulang tersebut digunakan untuk kegiatan pesantren selama satu tahun, termasuk ujian semester, buku pedoman, ekstrakurikuler, tahfidz dan tahsin Al Quran, kesehatan, dan lain-lain.”

Saat ini, Pondok Pesantren Al Hassan menyelenggarakan pendidikan untuk jenjang SMP dan Aliyah. Selain mengadakan pendidikan formal yang mengacu pada kurikulum Diknas untuk jenjang SMP dan Depag untuk jenjang Alisyah, pesantren yang telah beroperasi sejak tahun 2004 tersebut juga mengadakan beragam kegiatan non-formal lainnya, seperti daurah jurnalistik, akhlak, dan cara cepat menghafal Al Quran.

“Materi menulis penting dimiliki oleh para santri, karena sebagai calon dai, para santri tidak hanya dituntut memahami ilmu syar’i, melainkan juga ilmu syiar, termasuk jurnalistik,” jelas Kepala Pengasuhan Santri, Ustaz M. Shofiyyul Kamal. “Visi kami sendiri adalah untuk mencetak kader dai unggul, sehingga dengan adanya daurah jurnalistik ini, diharapkan bisa membangkitkan budaya menulis yang mulai pudar di kalangan dai.”

Loading...