Punya Butik di Indonesia, Harga Tas Longchamp Dibanderol Jutaan Rupiah

Tas Longchamp - www.tokopedia.comTas Longchamp - www.tokopedia.com

Para pecinta branded alias bermerek pastinya sudah sering mendengar popularitas dari Longchamp. Tas dengan simpel dan perpaduan menarik ini sudah lebih dari 70 tahun meramaikan dunia. Brand ternama asal Perancis ini pun sudah berhasil merambah berbagai , termasuk Indonesia. Meski tasnya relatif mahal, nyatanya penggemar Longchamp justru meningkat dari waktu ke waktu.

Dengan lebih dari 300 butik eksklusif di seluruh dunia, Longchamp mempertahankan posisinya sebagai keluarga yang dijalankan secara turun-temurun. “Kami beruntung menjadi bisnis keluarga karena keputusan kami dibuat secara keseluruhan. Menjadi bisnis keluarga memberi kami banyak kontinuitas dan stabilitas. Alih-alih berjalan ke arah yang berbeda setiap musim, kami tumbuh dengan mantap,” ujar Jean Cassegrain, CEO sekaligus cucu pendiri Longchamp, seperti dilansir Forbes melalui Bisnis.

Longchamp merilis produs tas wanita pertamanya tahun 1971 silam dan sejak saat itu menjadi salah satu produsen barang berbahan kulit terkenal di Perancis. Kemudian tahun 1993 lahir tas ikonik karyanya yang sederhana namun memiliki identitas kuat.

Seri Le Pliage misalnya, berhasil menjadi tote bag favorit banyak konsumen di berbagai belahan dunia. Tas berbahan nilon ini memiliki spektrum warna maupun motif menarik serta bertali kulit. Harga Longchamp di Indonesia berkisar di angka jutaan . Misalnya saja seri Longchamp Medium Le Pliage Neo Pastel Shoulder Bag yang asli dibanderol dengan harga Rp 3,6 jutaan.

Selain seri-seri shoulder bag atau tas selempang, Longchamp juga memiliki produk tas ransel atau backpack berbahan nilon dengan harga Rp 1,7 jutaan hingga Rp 2,2 jutaan, kemudian seri Longchamp 3D Massai Leather Clutch original seharga Rp 3,3 jutaan, atau bahkan tas berbahan kulit seri Longchamp Roseau Shoulder Tote in Aubergine seharga Rp 4,35 jutaan, dan masih banyak lagi.

Tak hanya produk tas-tas saja, Longchamp juga terus melakukan pembaruan dengan menjalin kolaborasi dengan desainer atau seniman yang lebih edgy untuk sebagian koleksinya. Bahkan Longchamp juga mengambil langkah cukup berani dengan mencoba peruntungan di segmen produk ready to wear usai membuka sebuah toko di Soho, New York tahun 2006 silam. Berlandaskan keinginan untuk melengkapi koleksi tas, Longchamp pun menghadirkan produk jaket, celana, baju, hingga baju rajut.

Loading...