Punya Banyak Penggemar, Harga Jahe Bubuk per Kg Bisa Dijual Mencapai Rp 90 Ribuan

Jahe Bubuk - www.merdeka.comJahe Bubuk - www.merdeka.com

Indonesia dikenal sebagai dengan kekayaan yang melimpah, terutama untuk urusan rempah-rempah. Rempah-rempah di Indonesia sangat banyak jenisnya. Dari sekian banyak jenis rempah-rempah di Indonesia, jahe bisa dibilang sebagai salah satu rempah yang cukup banyak peminatnya. Jahe memiliki banyak kegunaan, selain untuk bumbu masak, jahe juga bisa diolah ke dalam bentuk serbuk atau bubuk yang cocok untuk dijadikan minuman penghangat tubuh. jahe yang sudah diolah menjadi bubuk ini tentunya lebih mahal dibandingkan jahe yang masih utuh.

Jahe yang banyak diolah menjadi bubuk biasanya adalah jenis jahe merah. Jahe bubuk tersebut awalnya digiling sampai halus hingga menjadi bentuk serbuk atau bubuk agar bisa dimanfaatkan sebagai minuman jahe instan. Jahe bubuk umumnya dalam kemasan kiloan atau beberapa ratus gram agar lebih praktis.

Harga jahe bubuk per kg sangat variatif, tergantung kualitasnya. Berdasarkan penelusuran dari beberapa situs jual-beli online, harga jahe merah bubuk kiloan berkisar mulai dari Rp 45 ribu per 1 kg. Kemudian ada juga yang menjual jahe bubuk alias ginger powder seharga Rp 72 ribu per kilogram, hingga yang harganya mencapai Rp 90 ribuan per kg untuk jahe bubuk murni tanpa campuran gula.

Meski terlihat sepele, sebenarnya berjualan jahe bubuk ini cukup menjanjikan. Salah seorang pengusaha yang dulunya pensiunan PT Krakatau Steel Tbk bernama Turijo mengaku dapat meraih omzet hingga puluhan juta dari menekuni bisnis herbal jahe merah. “Dalam satu bulan produksinya 1 ton lebih, saya malah kalau ada modal dan menargetkan 500 kilogram per hari. Omzet sekarang Rp 50 juta dalam satu bulan,” kata Turijo di Jakarta, seperti dilansir Detik.

Bisnis pembuatan jahe merah tersebut dirintis Turijo dari rumahnya di Cilegon, Banten dibantu dengan 7 karyawan. Sementara itu untuk bahan baku jahe merah didapat dari petani di Banten. “Semua bahannya dari petani di Banten. Saya kerja sama dengan petani, saya arahkan waktu tanam mereka agar sepanjang tahun bisa panen,” ungkap Turijo.

Sejak dirintis tahun 2011 usai pensiun, omzet produk jahe bubuk instannya ini terus naik usai mengikuti sejumlah pameran. Bahkan kini kabarnya produk Turijo sudah menembus pasar ritel modern. “Sudah dipasarkan di Bandung, Jakarta, Banten, dan daerah lainnya lewat Carrefour dan Lottemart. Kalau dulu ikut pameran berangkat bawa berat, pulang bawa berat, sekarang berangkat berat pulangnya bawa enteng,” pungkasnya.

Loading...