Punya Area Pesantren yang Luas, Biaya Mahad Al Zaytun Mencapai Puluhan Juta Rupiah

Pesantren Mahad Al Zaytun - www.al-zaytun.sch.idPesantren Mahad Al Zaytun - www.al-zaytun.sch.id

Pondok Pesantren Mahad Al Zaytun termasuk salah satu ponpes megah yang ada di Indonesia. Terlepas dari kabar bahwa beberapa waktu lalu Al Zaytun dituduh menyebarkan paham sesat terkait NII, hingga sekarang Ponpes Ma’had Al Zaytun yang terletak di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat tersebut masih tegak berdiri dan bahkan rutin menerima pendaftaran santri baru dari tahun ke tahun.

Jika dibandingkan dengan ponpes lain di Jawa Timur, pendidikan di Ponpes Ma’had Al Zaytun tergolong mahal. Ponpes Ma’had Al Zaytun membuka pendaftaran santri baru untuk jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah (MA) mulai 1 Maret – 24 Juni 2018.

Adapun biaya pendaftaran jenjang MI Rp 1 juta, sedangkan MTs dikenai biaya pendaftaran Rp 1,5 juta. Sementara itu untuk biaya pendidikan kabarnya ditanggung oleh Yayasan Pesantren Indonesia (YPI), alias gratis. Namun calon santri MI masih ditarik biaya konsumsi Rp 500 ribu per bulan, biaya listrik Rp 25 ribu, biaya perawatan asrama Rp 250 ribu, biaya perlengkapan Rp 400 ribu, dan biaya-biaya lainnya.

Uniknya, untuk jenjang MTs dan MA ditarik biaya konsumsi dalam satuan . Adapun untuk jenjang MTs dikenai biaya konsumsi USD 3.500 untuk 6 tahun pembelajaran yang bisa dibayarkan secara tahunan atau bulanan, kemudian juga dikenai biaya listrik, perawatan asrama, dan sebagainya. Sedangkan jenjang MA dikenai biaya konsumsi USD 1.750 untuk 3 tahun pembelajaran yang juga dikenai biaya-biaya lainnya berdasar kesepakatan.

Meskipun tergolong mahal, fasilitas yang diberikan oleh ponpes ini kabarnya memang sebanding. Pasalnya dengan area lebih dari 1.200 hektare, semua hidup santri diolah dari hasil pertanian di kawasan Al Zaytun sendiri. “Untuk memenuhi konsumsi santri dan guru setiap hari Al-Zaytun memasak satu ton beras. Semua dihasilkan di sawah, kebun, dan tambak yang dikelola sendiri,” kata Ketua MPR RI Zulkifli Hasan, seperti dilansir Jurnas.

Hasil pertanian Al Zaytun kabarnya dapat memenuhi kebutuhan seluruh santri dan keluarga guru dengan beras subsidi Rp 7 ribu beberapa bulan lalu. Kemudian surplus beras ke Cirebon dan Jakarta dengan harga mencapai Rp 13 ribu per kilo.

Loading...