Puluhan Sektor Usaha di Indonesia Kini Bisa Dimiliki Investor Asing

Selasa (24/5) kemarin, Presiden , Joko Widodo, telah menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 44 tahun tentang Daftar Usaha yang Tertutup dan Usaha yang Terbuka dengan Persyaratan di Penanaman Modal. Dengan peraturan ini, puluhan sektor usaha di Indonesia sudah bisa dimiliki oleh pihak asing, termasuk e-commerce, cold storage dan distribusi, restoran, hingga industri film.

Peraturan tersebut menyebutkan bahwa investor asing sekarang bisa sepenuhnya memiliki e-commerce di Indonesia, selama investasi bernilai setidaknya Rp100 miliar rupiah (7.400.000 AS). Jika investasi kurang dari jumlah tersebut, kepemilikan asing dibatasi hingga 49%. Sementara di perusahaan distribusi, gudang, agen tur, , hingga fasilitas , investor asing sekarang bisa memiliki saham mayoritas hingga 67%.

Selain itu, perusahaan asing juga bisa memiliki bisnis cold storage, restoran dan bar, lapangan sepak bola, pusat kebugaran, dan rumah produksi film. Di sektor kesehatan, mereka dapat memproduksi baku obat-obatan serta laboratorium klinik. “Komitmen saya adalah untuk keterbukaan, kompetisi. Kita perlu , kita perlu investasi,” kata Joko Widodo.

Sementara itu, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Franky Sibarani, mengatakan bahwa dengan terbitnya peraturan ini, diharapkan bisa membantu Indonesia untuk mencapai target pemasukan bersih Rp594,8 triliun pada tahun ini. Angka ini naik 9% dibanding jumlah yang dicapai pada tahun lalu.

Revisi peraturan ini awalnya akan diumumkan pada bulan Februari lalu sebagai bagian dari serangkaian paket kebijakan untuk mempercepat deregulasi. Sebelumnya, peraturan ini terakhir kali direvisi pada tahun 2014 di bawah pemerintahan Presiden SBY.

Loading...