PT Dirgantara Indonesia Patok Target Bikin Pesawat Sekelas Airbus dan Boeing

Bandung – PT Dirgantara Indonesia yang selama ini hanya melayani pembuatan untuk kebutuhan dan pemerintahan berencana untuk melebarkan sayapnya dengan memproduksi komersil pada 2020 mendatang. Diakui oleh Dirut PTDI Budi Santoso, pihaknya kini masih berfokus pada maintenance dan layanan purna jual.

“Nanti kalau masuk bisnis komersial itu yang harus diperhatikan maintenance dan after sales services. Pak JK (wapres ) bilang bikin pesawat mudah, jual susah, tapi lebih susah merawat. Sebab tidak ada yang beli kalau tidak ada yang rawat. Jadi ngapain bikin?,” tuturnya ketika diwawancara di kompleks perkantoran PTDI, Bandung, kemarin (20/1).

Seperti diketahui, Wapres Jusuf Kalla baru-baru ini bertandang ke PTDI untuk mengecek pesanan pesawat milik Kementerian Pertahanan untuk digunakan oleh , , , dan Senegal. Dalam kunjungan tersebut, Wapres JK menyampaikan dukungannya mewakili pada PTDI untuk merambah pesawat komersil.

Sebagai langkah awal menjejaki pasar komersil, PTDI telah merilis pesawat N219 pada 10 Desember 2015 lalu, yang merupakan jenis pesawat perintis. Selanjutnya, Budi mengatakan bahwa pihaknya akan mengembangkan dan memproduksi pesawat dengan kapasitas 50 penumpang. PTDI pun kini sedang berupaya keras untuk mencari investor dari dalam maupun luar negeri.

“Kami nanti cari duit dulu. Kalau ada duit, bisa langsung besok buat,” ungkapnya.

Untuk bisa memuluskan jalan bisnis pesawat komersil ini, PTDI dianggap perlu untuk mengangkat citra di mata . Untuk bisa mewujudkannya, Budi menjelaskan bahwa PTDI harus mampu membuat pesawat sekelas Boeing atau Airbus.

Loading...