Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia tahun 2016 Turun ke 4,9 Persen

Proyeksi pertumbuhan ekonomi pada tahun ini diperkirakan hanya mampu mencapai angka 4,9 persen. Realisasi penerimaan dalam empat bulan pertama yang baru mencapai Rp428,8 triliun atau 24,3 persen dari target -Perubahan 2016 serta lingkungan eksternal yang berpengaruh besar menjadi beberapa faktor turunnya angka proyeksi pertumbuhan ekonomi dalam negeri.

Hal tersebut disampaikan Center of Reform on Economics (CORE) dalam kajian tengah tahun pada (20/7) kemarin. Sebelumnya, pada awal tahun, CORE memprediksi pertumbuhan ekonomi dalam negeri tahun ini bisa mencapai 5,3 persen.

“Koreksi terhadap proyeksi pertumbuhan ekonomi dikarenakan realisasi pada kuartal I 2016 yang hanya mampu mencapai pertumbuhan 4,92 persen,” papar Eksekutif CORE, Hendri Saparini. “Selain itu, realisasi penerimaan dalam empat bulan pertama (per 30 April) baru mencapai Rp428,8 triliun atau 24,3 persen dari target.”

Ditambahkan Hendri, meski sudah mengeluarkan kebijakan pengampunan (), namun hal tersebut dinilai tidak akan berpengaruh besar bagi pertumbuhan ekonomi tahun 2016. “ pada tahun ini juga tidak bisa mengandalkan pertumbuhan ekonomi dari ekspor dan impor,” sambungnya.

“Namun, hal tersebut bisa diantisipasi asalkan pemerintah mau keluar dari kebiasaan dalam mengelola fiskal,” tambahnya. “Di antaranya, mengenai perpajakan yang selama ini menjadi objek penerimaan saja.”

Di sisi lain, Ketua Umum Asosiasi Indonesia (APINDO), Haryadi Sukamdani, mengatakan bahwa kebijakan perpajakan harus lebih mendorong kegiatan usaha dan konsumsi . “Jadi, pemerintah seharusnya mengurangi statemen yang menyatakan akan mengejar pajak dari pengusaha,” katanya.

Loading...