Proyek Kereta Cepat Indonesia-China Mangkrak

Megaproyek Kereta Cepat Bandung-JakartaPresiden Joko Widodo saat meresmikan Groundbreaking Megaproyek Kereta Cepat Bandung-Jakarta [foto:dnaberita.com]

Proyek besar pertama di Indonesia yang menghubungkan Jakarta dan tampaknya masih jauh dari realisasi. Pasalnya, proyek hasil antara dengan Indonesia ini hanya membuat sedikit sekali kemajuan sejak setengah tahun lalu proyeknya diresmikan. Keterlambatan tersebut disebabkan karena sejumlah hambatan yang tak terduga, seperti sulitnya pengadaan lahan, kegagalan perizinan, dan kekurangan dana.

Akhir-akhir ini juga lebih jarang membahas proyek kereta cepat tersebut dibandingkan sebelumnya.

Jokowi sendiri meresmikan proyek kereta cepat dengan mengadakan upacara peletakan batu pertama pada akhir Januari lalu di Bandung, Jawa Barat. Sayangnya sampai saat ini proyek tersebut masih berwujud tanah merah. Hanya terlihat sedikit pekerja yang meratakan tanah untuk proyek.

Proyek kerjasama yang dinamakan Kereta Cepat Indonesia China ini mangkrak lantaran perusahaan gagal untuk memperoleh dana untuk pembiayaan proyek yang hampir menyentuh angka USD 5 miliar. Walaupun perusahaan meminjam dana dari beberapa bank asal China, negosiasi rupanya tidak mencapai titik temu.

Saat ditanyai perihal pendanaan proyek pada akhir Juni lalu, Direktur KCIC, Hanggoro Budi Wiryawan menyatakan bahwa pengumpulan dana memang terbukti sulit.

Bank-bank di China masih ragu untuk meminjamkan dana karena pembebasan lahan yang tertunda. KCIC sendiri menegaskan jika pihaknya telah melakukan sosialisasi pada warga di sekitar rel agar mau melepaskan lahannya. Tetapi hingga kini tanah untuk rel pun masih belum didapat.

Di samping itu, KCIC baru mengantongi izin untuk beberapa kilometer saja dari total keseluruhan 140 km rel . Aturan keamanan untuk proyek KCIC memang sangat ketat, terutama berkaitan dengan hujan lebat, petir, dan cuaca buruk yang lain.

Kegunaan dari kereta cepat itu sendiri juga kini makin dipertanyakan. Lokasi yang direncanakan dibangun di pusat Jakarta pun dipindah ke dekat Internasional Halim Perdanakusuma yang terletak sejauh 15 km dari pusat Ibu Kota.

Proyek kereta cepat ini pun memunculkan keprihatinan, apakah kereta cepat bisa mulai beroperasi pada Mei 2019 seperti yang direncanakan atau tidak. Pasalnya keputusan Indonesia untuk lebih memilih bekerjasama dengan China ketimbang sendiri juga cukup mengejutkan.

Loading...