Protokol Montreal tentang Lapisan Ozon, Traktat Dunia Paling Berhasil?

Protokol Montreal Ozon - www.weforum.orgProtokol Montreal Ozon - www.weforum.org

Pada tanggal 16 September 2017 kemarin, Motreal Protocol menandai ulang tahunnya yang ke-30, bertepatan dengan hari PBB untuk Pelestarian Lapisan Ozon. Dan, hingga saat ini, tampaknya perjanjian yang ditandatangani 197 di seluruh dunia tersebut terbukti berhasil memperbaiki lapisan ozon, dengan diperkirakan hingga dua juta kasus dapat dicegah setiap tahun pada tahun 2030 mendatang.

Seperti diketahui, Bumi dikelilingi lapisan atmosfer yang melindungi dari sinar ultraviolet matahari. Sinar yang panas ini telah dikatakan menjadi penyebab kanker kulit, menciptakan katarak di mata, dan mengganggu kekebalan tubuh. Di samping itu, sinar ultraviolet juga disebutkan mampu mengancam tanaman dan rantai makanan.

Pada tahun 1974, para ilmuwan menemukan bahwa lapisan ozon semakin tipis. Kemudian, mereka menyebut bahwa masalahnya mungkin disebabkan oleh aktivitas manusia. Lapisan atmosfer telah habis oleh kimia yang disebut chlorofluorocarbons (CFC), yang pada saat itu banyak digunakan di kaleng aerosol, penghambat api, dan lemari es. Secara , ilmuwan melihat bahwa ada penurunan konsentrasi ozon di Antartika yang sangat besar, sehingga dikenal sebagai Lubang Ozon Antartika.

Kemudian, pada tahun 1987, negara-negara berkumpul (saat itu berjumlah 197 perwakilan) dan setuju untuk berhenti menggunakan CFC dan bahan kimia perusak ozon yang serupa, dengan menandatangani Protokol Montreal tentang Zat yang Merusak Lapisan Ozon. Protokol ini disepakati pada tanggal 16 September 1987 dan mulai berlaku pada tanggal 1 Januari 1989.

Berkat traktat tersebut, lebih dari 135 miliar ton emisi setara karbondioksida dicegah untuk mencapai atmosfer dalam rentang tahun 1990 hingga 2010. Kemudian, diprediksi hingga 2 juta kasus kanker dapat dicegah setiap tahunnya pada tahun 2030 mendatang. Selain itu, lebih dari 98 persen zat perusak ozon telah dihapus secara hingga saat ini. Sekadar informasi, lubang ozon di Antartika akan 40 persen lebih besar pada tahun 2013 jika perjanjian tersebut tidak ada.

Pada tahun 2016, para ilmuwan juga menemukan bahwa lapisan ozon telah mengalami fase penyembuhan. Dengan menggunakan kombinasi pengukuran dari satelit, instrumen berbasis darat, dan balon cuaca, tim ilmuwan menemukan bahwa sejak tahun 2000, lubang tersebut telah menyusut hingga 4 juta km persegi, atau lebih besar dari wilayah India.

Untuk membangun kesuksesan yang telah diraih, protokol ini telah diubah pada tahun lalu. Amandemen Kigali menambahkan sebuah kesepakatan untuk menghapuskan hidrofluorokarbon (HFC). Kelompok bahan kimia ini menggantikan CFC karena mereka aman dari ozon. Namun, meski tidak bertanggung jawab secara langsung menipiskan lapisan ozon, gas rumah kaca tersebut sangat kuat. HFC bisa ribuan kali lebih manjur daripada karbondioksida yang berkontribusi terhadap perubahan .

Protokol Montreal bisa menjadi kontribusi nyata terbesar yang sejauh ini telah dicapai dunia untuk menjaga kenaikan suhu global “di bawah” dua derajat Celsius. Inilah target yang disepakati dalam konferensi iklim Paris tahun lalu. Pada perkiraan saat ini, lubang tersebut akan ditutup seluruhnya sekitar pertengahan abad ini.

Loading...