Prospek Sedang Cerah, Harga Udang Vaname per Size Kini Naik Rp 3 Ribu per Kg

Udang Vaname - kumparan.comUdang Vaname - kumparan.com

udang yang dibudidayakan dan dijadikan udang di sangat beragam, mulai dari udang air tawar hingga udang laut. Setidaknya ada beberapa macam udang yang difavoritkan , mulai dari udang windu hingga udang vaname. Udang vaname biasanya per size, mulai yang kecil hingga paling besar dengan yang cukup variatif.

Udang vaname atau yang memiliki nama Latin Litopenaeus vannamei adalah jenis udang introduksi dari Amerika Selatan yang telah dibudidayakan di Indonesia sejak akhir tahun 90-an untuk menggantikan udang windu yang sudah semakin sulit dibudidayakan karena sangat rentan terkena virus white spot. Udang vaname dinilai lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan serta memiliki angka kehidupan (survival rate) yang tinggi.

Sekarang ini harga udang vaname di tingkat petambak yang ada di kawasan pesisir timur, Kecamatan Ketapang dan Sragi, Kabupaten Lampung Selatan kabarnya sedang mengalami kenaikan dan membuat para petambak semakin bersemangat untuk mengelola tambak udangnya. Harga ekspor ini disebut-sebut terus naik Rp 3.000 per size di tingkat para penambak.

Sejak pertengahan September 2018 lalu, harga udang vaname setiap size mengalami kenaikan Rp 3.000 per kilogram. Adapun harga udang vaname size 100 naik dari Rp 63 ribu jadi Rp 66 ribu per 1 kg, kemudian size 40 naik dari Rp 97 ribu menjadi Rp 100 ribu per kilo, dan size 60 naik dari Rp 85 ribu menjadi Rp 88 ribu per kg.

“Alhamdulillah, harga udang terus naik sejak empat bulan lalu. Karena sekarang harganya lagi naik, makanya kita panen pada size 60 dalam waktu 75 hari, supaya tidak terlalu merugi dengan pemberian pakan,” ujar Ambo Acok, salah seorang petambak vaname di Desa Pematangasir, Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan, Selasa (18/9), seperti dilansir Lampost.

Lebih lanjut Ambo Acok menuturkan, apabila pertumbuhan udang dalam kolam sedang baik, maka kebutuhan pakan pun akan meningkat. Sebagai , satu kolam dengan jumlah bibit udang 100.000 ekor dengan masa panen usia 75 hari setidaknya membutuhkan modal sekitar Rp 150 juta. “Setiap harinya membutuhkan pakan paling sedikit 1,5 karung seharga Rp 900 ribu lebih, ditambah lagi kepala atau abu ikan teri, jadinya lebih baik dipanen selagi harganya pun merangkak naik,” tuturnya.

Loading...