Proses Balik Modal Relatif Cepat, Berapa Biaya Buka Bisnis Franchise d’BestO?

Bisnis Franchise d’BestO - www.zomato.com

Bisnis makanan cepat saji (fast food) dalam wujud ayam goreng crispy memang masih memiliki tempat di hati masyarakat Indonesia. Peminat sajian ayam goreng crispy yang cukup banyak membuat banyak tertarik untuk membuka peluang bisnis fast food pada segmen yang sama, salah satunya seperti merek dagang d’BestO. Seperti halnya bisnis franchise pada umumnya, Dbesto membuka peluang dengan keuntungan yang cukup menjanjikan. Biaya atau awal untuk buka bisnis franchise d’BestO kabarnya mencapai Rp 400 juta.

d’BestO sendiri cukup variatif dari segi , karena tidak hanya mengunggulkan ayam goreng krispi saja, tetapi juga ada makanan lain seperti burger, sup, hingga spaghetti. menu makanan yang ditawarkan pun cukup terjangkau, hanya berkisar antara Rp 8.500 hingga Rp 22 ribu saja. Hingga kini d’BestO telah memiliki gerai yang tersebar di beberapa kota seperti , Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Bandung, Surabaya, Padang, dan Pekanbaru.

Gerai d’BestO sendiri dikembangkan oleh Setyajid dengan Suwiryo Cokro sejak tahun 1994 silam. Awalnya gerai fast food murah meriah ini mengusung nama Kentuku Fried Chicken (KUFC), hingga akhirnya diubah menjadi d’BestO pada tahun 2009. “Waktu tahun 2005 masih belum banyak orang yang tahu mengenai kemitraan. Lalu kita coba memperkuat labelnya dulu, kemudian membangun yang matang akhirnya pada tahun 2010, kami mulai mencoba beralih ke bisnis franchise,” ujar Wiryo, seperti dilansir Money.id.

Apabila tertarik untuk menjadi mitra atau , maka siapkan dana setidaknya Rp 400 juta. d’BestO menawarkan 2 kemitraan, yakni Swa-Kelola, di mana akan memperoleh perbaikan tempat, memasak, bahan baku awal, karyawan, koki untuk memasak, dan marketing. Sehingga tinggal menyiapkan lokasi gerai yang strategis. Sedangkan untuk bibit kelola, tinggal menyerahkan biaya tersebut pada pihak d’BestO agar dikelola pihak manajemen.

“Untuk pembagian keuntungan, kalau untuk swa kelola atau franchise, investor cukup membayar loyalty. Satu sampai dua tahun investor cukup membayar 2,5 persen dari profit yang didapatkan selama sebulan. Sementara setelah dua tahun, akan dinaikkan menjadi 3,5 persen dari hasil profit,” beber Wiryo.

Sementara itu, pada bibit kelola, investor akan memperoleh keuntungan 33% dari hasil profit . Yang lebih menarik lagi, kabarnya jika bergabung dengan d’BestO, maka modal dijanjikan bisa kembali dalam kurun waktu sekitar 2 tahun. “Jika laku keras malah 13 bulan saja sudah balik modal. Tidak hanya itu, kami juga memberikan kemudahan bila investor ingin membuka cabang di tempat yang berbeda,” tutupnya.

Loading...