Prosedur Lebih Sulit, Ini Harga Pengiriman Hewan dari Turki

Pengiriman Hewan - (Sumber: thailandblog.nl)Pengiriman Hewan - (Sumber: thailandblog.nl)

Saat hendak pindah ke luar pulau atau bahkan ke , baik untuk menetap atau sekedar liburan, kita seringkali mengalami kesulitan bagaimana cara membawa hewan , seperti anjing, kucing, atau hewan lainnya. Menjual hewan kesayangan tidak menjadi solusi utama, maka mengirim hewan dengan menggunakan jasa ekspedisi kerap jadi alternatif pilihan.

Pengiriman hewan dari satu ke lain, tentunya menggunakan pesawat cargo udara. Konsumen dapat memilih jasa cargo udara murah dan terbaik agar proses pengiriman tidak mengalami kendala. Konsumen bisa terlebih dahulu memeriksa tenaga ahli dari ekspedisi cargo udara yang akan digunakan, karena mereka pasti tahu cara penanganan hewan dengan benar. Cargo udara yang baik untuk pengiriman hewan seharusnya memiliki ruang cabin khusus untuk menempatkan berbagai hewan hidup di sana.

Saat akan mengirim hewan antar negara, calon pengirim juga harus terlebih dahulu memeriksa izin pengiriman hewan. Karena ada beberapa negara yang tidak memperbolehkan anjing, burung, dan kucing dikirim dari negara lain. Pastikan tempat yang akan dituju tersebut tidak melarang pengiriman hewan peliharaan.

Semakin banyaknya masyarakat yang memiliki hewan peliharaan, juga berpengaruh pada banyaknya jasa pengiriman hewan yang ada di tiap negara. Bahkan disebutkan jika jasa pengiriman hewan peliharaan adalah sebuah bisnis yang berpeluang. Hal ini diakui oleh Themmy Tjahjono, pemilik jasa pengiriman jasa peliharaan Animal Express yang mengaku meraup omzet per bulan hingga Rp100 juta.

Ia mengatakan, rata-rata setiap bulan pihaknya melayani hingga 30 kali pengiriman domestik dan sekitar 20 kali pengiriman internasional. Biaya pengiriman dalam negeri tergantung besaran hewan dan yang ditempuh, rata-rata sekitar Rp500 ribu sampai Rp2 juta sekali kirim.

Mengenai biaya pengiriman ke luar negeri, ongkos kirimnya berkisar mulai Rp5 jutaan, tergantung negara tujuan dan birokrasi negara tersebut mengenai pengiriman hewan. Untuk pengiriman dari Turki ke dan sebaliknya, maka calon pengirim akan dikenakan biaya mulai dari Rp12 jutaan.

“Biaya itu sebenarnya bukan pada alat transportasinya, tetapi pengurusan surat, vaksinasi, balai karantina, dan pengamanan hewan termasuk kandangnya,” ungkap Themmy, dilansir dari Antaranews.

Untuk prosedur pengiriman hewan ke luar negeri tidak semudah proses pengiriman di dalam negeri. Setiap negara mempunyai aturan sendiri untuk menerima kedatangan hewan dari luar negaranya. Ada dua jenis negara penerima, yaitu kategori bebas rabies dan kategori waspada rabies.

Indonesia masih masuk dalam kategori waspada rabies sehingga kadang sulit mendapatkan izin dari negara tujuan pengiriman. “Terkadang hewan harus ditahan selama tiga bulan di balai karantina negara setempat, untuk menyelesaikan prosedur,” lanjutnya.

Dia mengatakan, negara bebas rabies umumnya di Eropa, sehingga harus ada sertifikat vaksinasi, legalitas, dari Deptan dan Dinas Peternakan, bahkan ada visa khusus hewan yang membatasi waktu tinggal hewan.

 

Loading...