Proposal Brexit Ditolak, Rupiah Tetap Menguat

Rupiah - bisnis.comRupiah - bisnis.com

JAKARTA – Meski sempat berbalik turun pada pertengahan dagang, akhirnya mampu menutup transaksi Rabu (13/3) ini di area hijau, karena berbalik turun di tengah penolakan proposal Brexit oleh parlemen Inggris. Menurut laporan Index pada pukul 15.59 WIB, Garuda menguat tipis 2 poin atau 0,01% ke level Rp14.265 per AS.

Sementara itu, siang tadi menetapkan kurs tengah berada di posisi Rp14.269 per dolar AS, terdepresiasi 18 poin atau 0,13% dari perdagangan sebelumnya di level Rp14.251 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang juga tidak berdaya melawan greenback, dengan pelemahan terdalam sebesar 0,20% menghampiri won Korea Selatan.

Dari , indeks dolar AS berbalik melemah pada sore hari, di tengah penolakan proposal Brexit yang diajukan oleh Perdana Menteri Inggris, menyusul pertumbuhan inflasi AS yang dilaporkan kurang menggembirakan. Mata uang Paman Sam terpantau melemah tipis 0,035 poin atau 0,04% ke level 96,900 pada pukul 15.46 WIB.

Pada Selasa (12/3) waktu setempat, indeks AS dilaporkan naik 1,5% secara tahunan, sedangkan inflasi inti (tidak termasuk biaya makanan dan energi) naik 2,1%. Angka ini sedikit lebih rendah dari perkiraan ekonom, yang memicu spekulasi bahwa Federal Reserve mungkin mempertahankan tingkat suku bunga mereka.

Namun, greenback sempat bangkit ke zona hijau menyusul laporan terbaru yang mengatakan bahwa proposal Brexit yang diajukan Perdana Menteri Inggris, Theresa May, kembali ditolak oleh parlemen. Hal tersebut menambah hari-hari krisis politik Negara Ratu Elizabeth menjelang tenggat waktu Brexit yang direncanakan pada tanggal 29 Maret mendatang.

Anggota parlemen sendiri dijadwalkan kembali melakukan pengambilan suara pada hari ini waktu setempat untuk memilih apakah Inggris harus keluar dari Uni Eropa tanpa kesepakatan. Jika rencana Brexit ‘tanpa kesepakatan’ ini ditolak, pemungutan suara lainnya akan kembali diadakan pada Kamis (14/3) esok.

“Masalah ini tampaknya bisa selesai sendiri karena rencana itu dikalahkan oleh margin yang lebih sempit daripada bulan Januari kemarin,” kata direktur strategi valuta asing dan produk terstruktur di Cambridge Global Payments, Karl Schamotta, dilansir Reuters. “Itu memberi ruang pada May untuk bernegosiasi lebih jauh dengan Uni Eropa dan mengajukan serangkaian voting lainnya.”

Loading...