Progres Sudah 76,6%, Pembangunan Bandara Kertajati Ditargetkan Rampung Tahun 2018

Pembangunan Bandara Kertajati - economy.okezone.comPembangunan Bandara Kertajati - economy.okezone.com

Kertajati tampaknya menjadi salah satu proyek prestisius lain di masa pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Per 10 Desember 2017, progres terkini proyek yang terletak di Majalengka, Jawa Barat ini telah mencapai 76,6% dan sesuai target sebelumnya, dijadwalkan akan rampung pada kuartal I tahun 2018.

Direktur Utama PT Bandara Jawa Barat (BIJB) Virda Dimas Ekaputra menjelaskan bahwa progres tersebut mencakup sisi darat yang telah dikerjakan oleh badan usaha milik daerah (BUMD) Jabar tersebut. “Sisanya tinggal atap dan saja,” ungkap Virda, seperti dilansir Antara.

Lebih lanjut Virda menjelaskan jika pembangunan bandara seluas 1.800 hektare tersebut berjalan sesuai target. Jika ditinjau dari sisi udara yang merupakan tanggungjawab pihak Kementerian Perhubungan, progresnya telah mencapai 92% lantaran pembangunan Bandara Kertajati awalnya ditargetkan selesai pada akhir tahun 2017 ini. “Sekarang baru tahap satu perpanjangan ‘runway’ 60 m x 2.500 meter. Tahun depan bakal diperpanjang lagi jadi 3.500 meter,” jelas Virda.

Virda mengharapkan operasional bandara berkode airport ‘KJT’ ini bisa selesai sesuai target. “Dari sisi kesiapan, kita harap mudah-mudahan April bisa (beroperasi). Pak Menteri kan mengharapkan kuartal pertama. April bisa ‘soft launching’ dan ‘grand launching’ Juli untuk haji,” ucapnya.

Keberadaan Bandara Kertajati juga diharapkan dapat mendongkrak wisatawan mancanegara maupun hingga mencapai 50 juta turis. Kepala Dinas dan Budaya Jabar, Ida Hernida berpendapat bahwa sektor perlu terus ditingkatkan lantaran sektor ini termasuk sumber pendapatan utama .

Berdasarkan dari Bank Indonesia (BI) tahun 2016, di Jawa Barat, kontribusi pariwisata untuk ekonomi dalam sektor perdagangan, akomodasi, dan restoran mencapai angka Rp 33 triliun. Bahkan jika dilihat secara nasional, industri pariwisata termasuk penyumbang devisa terbesar setelah sektor lain, misalnya sektor migas.

“BIJB bisa mendongkrak sektor pariwisata. Jika satu bulan sekira 11.000-12.000 wisatawan dan setiap orang menghabiskan Rp1.000.000 per hari maka itu bisa menambah pendapatan pemerintah,” ungkapnya.

Pada 2018, setidaknya ia memiliki target untuk mampu mendatangkan wisatawan nusantara hingga 48 juta dan wisman sebanyak 1,7 juta orang. Sementara itu, hingga awal Desember 2017 lalu jumlah wisman di Jawa Barat belum menyentuh angka 1 juta orang. “Wisatawan asing sekira 600.000 namun dengan nanti beroperasinya bandara Kertajati kami optimis bisa mendongkrak pariwisata,” tandasnya.

Loading...