Produsen Agresif ‘Bujuk’ Rumah Sakit, Harga Susu Formula di Singapura Melonjak

Susu Formula di Singapura

Pihak berwenang Singapura meminta menghentikan pemasaran agresif susu formula, termasuk ‘bujukan’ ke , sebagai tanggapan atas kekhawatiran publik tentang kenaikan yang tinggi. Karena metode itu pula, Competition Commission of Singapore (CCS) menyebutkan bahwa di ini menjadi yang termahal kedua di dunia, setelah Hong Kong.

Sebuah laporan yang diterbitkan CCS menyebutkan bahwa produsen susu formula membayar rumah sakit swasta untuk mendistribusikan produk mereka kepada bayi yang baru lahir. Praktik semacam itu telah mengakuisisi loyalitas merek dan mendorong susu formula di Singapura ke salah satu yang tertinggi di dunia.

Laporan setebal 87 halaman tersebut dirilis setelah CCS melakukan penyelidikan selama setahun mengenai harga susu formula bayi. Secara khusus, pengaturan sponsor dan pembayaran antara produsen dan rumah sakit swasta disebutkan sebagai kesepakatan ‘konflik kepentingan’ yang harus ditinjau ulang. “Perusahaan susu formula menargetkan rumah sakit untuk memperoleh keuntungan ‘first-mover’, mengingat kebanyakan orang tua tidak mengganti merek mereka,” tulis CCS.

Menurut CCS, taktik agresif oleh produsen telah membuat harga susu bubuk dalam kemasan kaleng 900 gram melonjak 120 persen selama satu dekade terakhir. Menurut mereka, sebagian besar karena produsen berhasil meyakinkan bahwa mereka membayar untuk susu formula ‘premium’ dan yang lebih baik.

“Mereka terus-menerus mengenalkan bahan baru yang dikatakan mampu meningkatkan perkembangan mental dan penglihatan, padahal para ahli menyebutkan hanya sedikit bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut,” sambung CCS. “Apa yang konsumen hadapi adalah pesan pemasaran yang agresif yang mengabadikan kepercayaan bahwa semakin mahal dan semakin tinggi bahan yang ada di susu formula, maka semakin tinggi kualitas susu tersebut.”

Antara tahun 2010 hingga 2014, jumlah produk susu formula yang dikeluarkan untuk pemasaran meningkat 42,4 persen. Sebagian besar susu formula ini masuk ke rumah sakit swasta, yang menerima sponsor dan ‘kontribusi uang’. Sebagai gantinya, mereka memperpanjang periode dengan merek tertentu ditawarkan kepada orang tua baru sebagai formula default.

Saat ini, memang hanya rumah sakit umum yang dilarang melakukan praktik distribusi susu formula semacam itu. Kementerian Singapura juga menyatakan bahwa pihaknya sangat menganjurkan semua rumah sakit menyediakan layanan persalinan untuk mencapai sertifikasi Baby-friendly Hospital Initiative (BFHI) guna mencegah konflik kepentingan dengan melarang pengaturan sponsor dan secara aktif mendorong ibu untuk menyusui anaknya.

Loading...