Produksi Meningkat, Harga Kopi Arabika di Jatim Makin Bersinar

Surabaya – Berdasarkan data Kementerian Perdagangan RI, hingga bulan September 2016 realisasi ekspor mencapai USD 650,2 juta atau sekitar Rp 8,7 triliun. Hal ini sekaligus menjadi bukti bahwa produksi Tanah Air juga diminati di pasar global selain Brazil, Vietnam, dan Kolombia.

Menurut M Syamsul Arifien, Kepala Disbun Jatim, peningkatan ini terjadi karena permintaan kopi semakin meningkat, terutama di kawasan . Perluasan lahan pun dilakukan lebih banyak untuk jenis kopi arabika. Lahan kopi arabika di Jatim tersebar di Probolinggo, Jember, Pasuruan, Bondowoso, dan Situbondo.

Di samping itu, harga kopi di pasar kini juga cukup bersinar. Harga kopi mentah berkisar antara Rp 22.000 sampai Rp 25.000 per kilogram. Untuk kopi dan arabika, harganya dibanderol Rp 50.000 sampai Rp 100.000 per kg. Sedangkan kopi yang telah diolah melalui proses harganya menjadi Rp 90.000 per kilo untuk kopi robusta, dan Rp 150.000 – Rp 200.000 per kg untuk jenis kopi arabika.

Sementara itu, harga kopi arabika di Kabupaten Bener Meriah untuk sebagian besar orientasi ekspor tetap stabil dari pertengahan tahun hingga bulan Desember ini, yakni sekitar Rp 50 ribu per kilogram green bean atau kulit hijau. Para petani di Bener Meriah sanggup memproduksi green bean per tahun sekitar 2-3 ton per hektare.

Sedangkan harga kopi gelondongan dari Juni 2016 relatif stabil pada kisaran Rp 110 ribu per (10 bambu). “Harga biji kopi gelondongan sejak panen Juni lalu hingga panen besar bulan ini masih bertahan antara Rp 100 ribu sampai Rp 110 ribu per ,” kata Zulfan Ariga, tauke sekaligus petani kopi di Kampung Gunung Teritit, Kecamatan Bukit, Sabtu (10/12).

Loading...