Pria Rusia Gasak Uang ATM di Thailand Menggunakan Malware

Modus kejahatan, terutama perampokan uang di ATM, kini semakin . Kemarin (31/8), kepolisian mengatakan sedang mencari seorang yang diduga menarik uang sebesar 12 juta baht (setara Rp4,59 miliar) dari puluhan ATM di negara tersebut dengan menggunakan malware.

Menurut keterangan kepolisian, sebelumnya sekelompok hacker asing telah menarik uang tunai dengan menyisipkan kartu yang sudah dipasangi malware ke setidaknya 18 mesin pengambil uang yang dikelola Bank pada bulan Juli lalu. Ini mengikuti serangan serupa yang terjadi di Taiwan ketika perampok berhasil menarik lebih dari 2 juta AS di ATM.

“Kami memiliki surat perintah untuk menangkap pria berusia 29 tahun dari Rusia,” terang Jenderal Polisi Panya Mamen kepada wartawan. “Tetapi dari penyelidikan kami, setidaknya ada dua orang lagi yang ikut terlibat.”

Ia menambahkan, pria Rusia tersebut melakukan perjalanan dari Beijing, China dan tiba di Thailand pada tanggal 14 Juli. “Ia kemudian menarik uang di 18 ATM di Phuket dan Bangkok sebelum terbang kembali ke Moskow,” sambungnya.

Sebelumnya, sebuah keamanan cyber yang berbasis di California, FireEye mengatakan pada Jumat lalu bahwa mereka telah mendeteksi sampel malware ATM yang mungkin terkait dengan perampokan di Thailand. Malware yang disebut dengan Ripper itu berinteraksi dengan ATM melalui kartu khusus lengkap dengan chip yang berfungsi sebagai mekanisme autentik.

“Kami telah mengidentifikasi malware yang mungkin telah digunakan dalam perampokan ATM baru-baru ini,” kata FireEye. “Selain membutuhkan kecanggihan teknis, serangan seperti yang terjadi di ATM di Thailand memerlukan koordinasi dari virtual dan fisik.”

Loading...