Pressure Gauge Wika, Alat Ukur Tekanan Udara Andalan Industri Gas

membutuhkan energi alternatif yang bisa dijadikan bahan bakar ramah lingkungan dan tentunya dibanderol dengan yang cukup terjangkau oleh berbagai kalangan. Belum lama ini sedang gencar pengembangan biogas dengan memanfaatkan limbah seperti kotoran sapi.

Salah seorang lulusan teknik kimia Institut (ITB) tahun 2004, Andrias Wiji Setio Pamuji berhasil mengolah limbah organik dengan campuran kotoran sapi dan air menjadi biogas.

Tiap harinya, Andrias berhasil mendapatkan sekitar 1.000 liter biogas yang setara dengan 0,46 kg gas elpiji. Dengan tangki biogas kapasitas 1 meter kubik dapat memangkas anggaran untuk membeli tabung gas elpiji 3 kg.

Selain kotoran sapi, bahan organik yang dijadikan sumber utama dalam pengolahan biogas tersebut juga menggunakan kotoran-kotoran hewan ternak seperti kuda, kerbau, babi, ayam, kambing, hingga domba. Limbah yang bisa digunakan antara lain tahu, tempe, kecap, kelapa sawit, dan tapioka. “Tinja manusia juga bisa diolah, tapi perlu tangki khusus,” ujar Andrias.

Andrias juga memasang manometer atau pressure gauge untuk mengetahui produksi dan konsumsi biogas tersebut. ukur tekanan udara atau pressure gauge menjadi salah satu perangkat penting dalam aktivitas industri, terutama untuk industri gas, minyak, maupun zat-zat kimia lainnya.

Salah satu merek pressure gauge yang sudah dikenal luas di adalah Wika. Ada beberapa tipe pressure gauge milik Wika yang dijual di pasaran, mulai dari yang terkecil 2,5 inchi hingga 6 inchi. Berikut informasi harga pressure gauge Wika di pasaran.

Pressure Gauge Wika

Harga

Pressure gauge manometer Wika 4” body chrome

Rp 275.000

Pressure gauge manometer Wika 2,5”

Rp 335.000

Pressure gauge manometer Wika 4”

Rp 850.000

Pressure gauge manometer Wika 6”

Rp 1.600.000

Loading...