Presiden optimis Perekonomian Membaik, Rupiah malah Merosot

Pidato Presiden Joko WidodoPerayaan ulangtahun kemerdekaan nyatanya tak mampu membebaskan untuk bergerak menguat meski hanya untuk sehari saja. Analis Korindo Secirities, Reza Priyambada, menyampaikan bahwa harapan penguatan Rupiah jelang perayaan upacara kemerdekaan tak berjalan sesuai yang diinginkan. “Laju Rupiah kemarin (17/8), yang di bawah target support (batas bawah) Rp 13.753. Kembali melemahnya laju Rupiah, memupus harapan kami akan perbaikan mata uang Garuda jelang perayaan Kemerdekaan Indonesia,” ujarnya saat ditemui oleh awak media, pagi ini (18/8).

Reza juga mengungkapkan bahwa pidato resmi Presiden di sela upacara peringatan kemerdekaan diharapkan mampu memberi hawa sejuk bagi Rupiah, meski nyatanya Rupiah malah semakin melemah. Padahal dalam pidato tersebut, Presiden menyampaikan rasa optimisnya tentang perekonomian Indonesia yang lebih baik di tahun mendatang. “Mungkin saja kondisi tersebut kebetulan berbarengan, antara dengan imbas masih adanya kekhawatiran akan devaluasi lanjutan dari dan kekhawatiran akan jadinya menaikkan suku bunganya,” lanjut Reza.

Melemahnya sejumlah komoditas yang didukung dengan kekhawatiran akan devaluasi lanjutan dari Yuan semakin mmebuat berjaya, hingga menekan posisi Rupiah untuk tetap terdepresiasi. Hal ini diperparah lagi dengan rilis data ekonomi yang buruk dimana Indonesia menderita deficit neraca pembayaran sebesar 2,93 M. “Berharap dari rilis data-data makro dapat menahan pelemahan tersebut. Jika tidak, waspadai adanya potensi pelemahan lanjutan,” tukasnya. Reza memperkirakan pergerakan Rupiah hari ini berkisar di level Rp 13.754 hingga Rp13.777 per .

Loading...