Prediksi Tak Meleset, Rupiah Ditutup Menguat Tipis 8 Poin

Jakarta ditutup dengan penguatan tipis sebesar 8 poin (0,06%) di level Rp 13.170 per Dolar AS pada akhir perdagangan Senin, seperti dikutip dari laman Bloomberg (18/4). Semula, laju tampak tertekan sepanjang perdagangan akibat pelemahan .

Tercatat pada pukul 08.55 WIB, Rupiah 25 poin ke level Rp 13.203/USD. Padahal sebelumnya, Rupiah telah berhasil 24 poin ketika dibuka pada level Rp 13.154/USD pada awal perdagangan sesi pertama.

“Pada gilirannya, anjloknya harga komoditas bisa memicu kembalinya penguatan indeks Dolar AS. Rupiah berpeluang melemah pada perdagangan hari ini, ” papar riset milik Rangga Cipta, Ekonom Samuel Sekuritas.

Seperti diketahui, kesepakatan yang tak kunjung didapat dari pertemuan OPEC mengenai batasan produksi minyak mentah membuat harga minyak semakin berpeluang untuk turun.

Hingga jeda sesi I perdagangan , Rupiah diketahui masih melemah 22 poin di level Rp 13.200/USD, beriringan dengan yang terpantau melemah.

Beruntungnya, nasib baik masih berpihak pada Rupiah. Rupiah berhasil membalik keadaan tepat pada pukul 14.33 WIB, saat perdagangan telah memasuki sesi ke-2. Ketika itu, Rupiah naik 3 poin (0,02%) ke level Rp 13.175/USD. Penguatan Rupiah pun sejalan dengan yang terjadi pada mayoritas mata uang ASEAN lainnya, hingga akhirnya Rupiah ditutup pada level Rp 13.170/USD.

Tak jauh meleset, laju Rupiah memang diramal masih akan melanjutkan tren penguatan pada pekan ini asalkan masih merespon sentimen dari dalam negeri dengan .

Seperti dikatakan oleh Reza Priyambada, Kepala Riset NH Securities Indonesia, laju Rupiah bisa saja berbalik ke lajur hijau jika mencermati rilis Indonesia yang dinyatakan meningkat.

“Di samping itu, sentimen positif dari dalam negeri juga berasal dari wacana resuffle kabinet dan tax amnesty yang direspon positif pelaku pasar,” kata Reza.

Loading...