Prancis Bakal Larang Ibu-Ibu Pakai Jilbab di Acara Sekolah

Ibu-Ibu Pakai Jilbab di Acara Sekolah Anak - www.quora.comIbu-Ibu Pakai Jilbab di Acara Sekolah Anak - www.quora.com

PARIS – Sekularisme Prancis yang telah meminggirkan banyak orang di komunitas Yahudi, sekarang tampaknya bakal melakukan hal yang sama kepada Muslim. Paling baru, senat setempat menyetujui rancangan undang-undang yang diajukan pihak arus utama untuk melarang para menggunakan kerudung atau jilbab ketika menemani anak-anak mereka ke .

“Banyak warga Prancis yang saya ajak bicara menganggap larangan itu sangat tidak masuk akal,” ujar Nadine Sayegh, penulis dan peneliti multidisiplin yang meliput Arab, dilansir TRT World. “Seorang mantan guru sekolah dari sebuah desa di dekat Toulouse mengatakan bahwa dalam banyak kasus, ibu-ibu Muslim tampaknya lebih terlibat dengan sekolah dan serta perkembangan anak-anak mereka.”

Aturan ini bermula saat terjadi insiden yang melibatkan politisi National Rally dan seorang ibu berkerudung bernama Fatima E, yang menemani putranya dan anak-anak lainnya dalam perjalanan sekolah ke sebuah pertemuan regional. Dalam pertemuan itu, Julien Odul, pemimpin partai di wilayah Bourgogne-Franche-Comte, menuntut dia melepas kerudung atas nama prinsip-prinsip sekuler bangsa.

Laporan dan video menunjukkan bahwa wanita itu menghadiri pertemuan dengan sekelompok anak sekolah setempat, termasuk putranya, kemudian mulai menangis menanggapi kata-kata Odoul. Dia berkata bahwa mereka telah menghancurkan semua pekerjaan yang ia lakukan secara tidak langsung dengan kelas ini, ketika anak-anak dari kalangan imigran sering berpikir bahwa Prancis menentang mereka.

Laicite, yang diterjemahkan secara harfiah berarti sekularisme dan merupakan pilar politik di Prancis, sudah berlangsung sejak tahun 1905 ketika negara dan gereja berpisah secara formal. Namun, para politisi dan pembuat undang-undang saat ini tampaknya telah melupakan artikel pertama dari undang-undang yang memastikan kebebasan berekspresi tentang .

Saat ini, laicite telah terdistorsi untuk mengasingkan agama. Komunitas Yahudi di Prancis telah lama menghadapi diskriminasi. Begitu sering sehingga banyak yang telah meninggalkan sekolah umum dan pindah ke sekolah khusus Yahudi. Satu laporan dari JTA mengatakan, pada 30 tahun yang lalu, mayoritas orang Yahudi Prancis mendaftarkan anak-anak mereka di sekolah umum, sekarang hanya sepertiga dari mereka yang melakukannya.

“Seringkali diskriminasi agama, khususnya di Prancis, tampaknya jatuh, secara harfiah, ke kepala perempuan,” sambung Sayegh. “Setelah mendorong anak-anak Yahudi, dan orang tua mereka, untuk tidak berpartisipasi dalam kehidupan dan kegiatan publik, tampaknya sekarang ada kampanye masif untuk mengusir keluarga Muslim juga.”

Loading...