Praktis & Bertenaga Baterai, Harga Alat Bor Cordless Bosch Mulai Rp 600 Ribuan

Harga Alat Bor Cordless Bosch

Mengebor permukaan yang keras seperti dinding tembok atau beton kadang tak bisa dilakukan sekadar menggunakan paku biasa. Beberapa orang biasanya menggunakan bor agar aktivitas melubangi dinding bisa lebih mudah. Sayangnya kebanyakan bor yang beredar di biasanya masih menggunakan kabel, sehingga kegiatan mengebor akan cukup merepotkan apabila posisi colokan listrik dan media yang hendak dibor saling berjauhan. Menangkap peluang ini, Bosch pun menciptakan bor cordless drill driver (tanpa kabel) yang lebih praktis dan dengan harga terjangkau.

Ada beragam alat bor yang ditawarkan Bosch, misalnya yang paling murah Bosch Cordless Drill Driver IXO 3 yang dijual dengan harga Rp 666 ribuan. Ala bor elektrik ini bekerja dengan lithium ion 10,8 V. Selain lebih praktis, bor cordless Bosch satu ini juga didesain ergonomis dan dilengkapi berbagai pilihan mata bor yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan.

Kemudian ada pula Bosh Cordless GSR 1000 dengan harga Rp 999 ribuan, Bosch GSR 120-2-Li Cordless Drill Driver seharga Rp 1 jutaan, Bosch GSB 180-Li Cordless Impact Drill harga Rp 1,9 jutaan, hingga Bosch Cordless Drill Driver GSR 18 V-EC yang harganya bisa mencapai Rp 7 jutaan. Umumnya alat bor tangan cordless Bosch ini sudah dilengkapi dengan cas-casan (charge) untuk memudahkan pengguna mengisi ulang baterai alat bor.

Meski harganya relatif terjangkau, rupanya banyak pihak tak bertanggungjawab yang memalsukan -produk besutan asal Jerman tersebut. Selain merugikan perusahaan, Bosch palsu alias imitasi ini juga bisa merugikan konsumen, terlebih jika kualitasnya lebih buruk dari yang asli. “Kalau yang sudah laku dan terkenal, imitasinya itu cepat sekali tumbuh di pasaran aftermarket. Kami juga sudah bersiap terkait hal tersebut, melalui divisi legal kami,” kata Griselda Iwandi, Marketing Manager Bosch Automotive Aftermarket Indonesia, seperti dilansir Kompas.

Menurut Griselda, sebenarnya ada cara khusus untuk membedakan produk Bosch asli dan palsu. Akan tetapi hal ini cukup berisiko karena berpotensi membuat para pemalsu semakin cerdas. “Ada banyak yang bisa dilihat apakah asli atau palsu, tapi kami juga tidak ingin secara gamblang, transparan, dan terbuka mengajarkan kepada konsumen. Karena itu akan memudahkan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, untuk mudah meniru Bosch lebih detail,” ujarnya. Oleh sebab itu Bosch lebih memilih untuk melakukan tindakan preventif sendiri di .

Loading...