Selasa Pagi, Rupiah Tetap Menguat Meski PPKM Diperpanjang

Rupiah menguat pada perdagangan Selasa (3/8) pagi - www.vibiznews.com

JAKARTA – Rupiah tetap mampu bergerak positif pada perdagangan Selasa (3/8) pagi meskipun pemerintah memutuskan untuk memperpanjang PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat). Menurut data Bloomberg Index pukul 09.17 WIB, Garuda naik 49,5 poin atau 0,34% ke level Rp14.373 per . Sebelumnya, spot sudah ditutup 40 poin atau 0,28% di posisi Rp14.422,5 per pada Senin (2/8) sore.

“Rupiah sepertinya mendapatkan dorongan dari sentimen global yang positif terhadap aset berisiko,” tutur analis pasar uang, Ariston Tjendra, dikutip dari Antara. “Ini terlihat dari pergerakan indeks Asia yang ditutup positif, indeks Eropa yang dibuka menguat, dan indeks berjangka AS yang masih positif. Pasar menanggapi laporan kinerja perusahaan kuartal kedua yang membaik di tengah pandemi.”

Selain itu, Ariston menambahkan, data Juli 2021 yang kembali naik setelah sebelumnya mengalami deflasi, juga memberikan dampak positif ke penguatan rupiah. Seperti diketahui, kemarin BPS (Badan Pusat Statistik) mencatat sebesar 0,08% pada Juli 2021 karena beberapa harga komoditas secara umum menunjukkan kenaikan.

Sementara itu, FX Senior Dealer Bank Sinarmas, Deddy, mengatakan bahwa nilai tukar rupiah berpeluang kembali menguat ke kisaran Rp14.300 per AS pada transaksi hari ini. Menurutnya, sejauh ini belum banyak sentimen signifikan yang akan memengaruhi pergerakan nilai tukar rupiah. Investor global masih menantikan rilis data nonfarm payrolls AS yang akan diumumkan akhir pekan nanti.

Hampir senada, analisis CNBC menuliskan bahwa rupiah tampaknya akan bergerak naik pada perdagangan Selasa ini. Pasalnya, tanda-tanda apresiasi mata uang Garuda sudah terlihat di pasar Non-Deliverable Market (NDF). NDF adalah instrumen yang memperdagangkan mata uang dalam jangka waktu tertentu dengan patokan tertentu pula. Pasar NDF seringkali memengaruhi psikologis pembentukan harga di pasar spot, sehingga NDF tidak jarang diikuti pasar spot.

Meski demikian, investor juga mengamati kebijakan pemerintah Indonesia yang baru saja memutuskan perpanjangan PPKM level 4 di sejumlah hingga tanggal 9 Agustus mendatang. Artinya, hampir setengah kuartal III 2021 dilakukan pembatasan sosial yang ketat, sehingga berisiko membawa pertumbuhan Indonesia kembali mengalami kontraksi.

Loading...