Pound Tekan Dolar, Rupiah Berbalik Menguat di Akhir Dagang

mampu berbalik pada penutupan perdagangan Kamis (8/6) ini ketika indeks AS tertekan penguatan pound sterling di tengah berlangsungnya pemilu Inggris. Menurut laporan Index pukul 15.59 WIB, Garuda mengakhiri transaksi dengan penguatan tipis sebesar 5 poin atau 0,04% ke level Rp13.298 per dolar AS.

Pada awal perdagangan, rupiah sebenarnya dibuka dengan pelemahan sebesar 17 poin atau 0,13% ke posisi Rp13.326 per dolar AS. Usai istirahat siang atau pukul 13.42 WIB, spot mampu rebound dengan menguat 10 poin atau 0,08% ke level Rp13.293 per dolar AS. Jelang penutupan atau pukul 15.55 WIB, spot masih bertahan di zona hijau setelah naik tipis 4 poin atau 0,03% ke posisi Rp13.299 per dolar AS.

Dari , pergerakan indeks dolar AS terlihat stabil meski belum positif ketika kinerja euro melemah menjelang pengumuman keputusan kebijakan dan berlangsungnya pemilu di Inggris. Setelah dibuka turun tipis 0,052 poin atau 0,05% ke level 96,696, mata uang Paman Sam hanya melemah 0,019 poin atau 0,02% ke posisi 96,729 pada pukul 10.50 WIB.

Seperti diberitakan Bloomberg, seorang pejabat Zona Eropa mengabarkan bahwa ECB berencana untuk menurunkan proyeksi inflasi tahunan mereka untuk tiga tahun ke depan masing-masing menjadi 1,5% dari 1,7%, 16%, dan 1,7%. Namun, pelemahan euro terkikis ketika sebuah laporan Reuters mengatakan bahwa ECB justru akan mendorong naik proyeksinya untuk pertumbuhan ekonomi Zona Eropa bahkan ketika proyeksi inflasi dipangkas.

Selain itu, tekanan terhadap dolar AS semakin besar, terutama dari pound sterling, karena harapan pelaku pasar bahwa partai dari Perdana Menteri Inggris, Theresa May, akan memenangkan pemilu Inggris. Jajak pendapat menunjukkan bahwa pemilih May terus menanjak jelang pemilu. “Pasar sepertinya sudah menempatkan diri atas kemenangan Partai Konservatif yang mengusung Theresa May,” jelas analis JP Morgan Asset Management, Jasslyn Yeo, kepada Reuters.

Sementara itu, siang tadi menetapkan kurs tengah berada di posisi Rp13.316 per dolar AS, terdepresiasi 9 poin atau 0,07% dibandingkan perdagangan sebelumnya di level Rp13.307 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang ASEAN tidak berdaya versus greenback dengan pelemahan terdalam dialami baht Thailand sebesar 0,1% dan ringgit Malaysia sebesar 0,07%.

Loading...