Pound Rebound, Rupiah Terdorong Naik 14 Poin di Penutupan

Pergerakan pound sterling yang mampu rebound memberikan dampak bagi Asia, termasuk . Menurut Bloomberg Index pukul 15.59 WIB, mata uang Garuda berhasil menutup perdagangan Rabu (12/10) ini dengan penguatan sebesar 14 poin atau 0,11% ke posisi Rp13.018 per dolar AS.

Rupiah sebenarnya mengawali sesi dagang dengan pelemahan tipis 3 poin atau 0,02% ke level Rp13.035 per dolar AS. Namun, istirahat siang, mata uang Garuda berbalik menguat 6 poin atau 0,05% ke Rp13.026 per dolar AS. Jelang tutup dagang atau pukul 15.35 WIB, spot masih bertahan di teritori positif dengan naik 20 poin atau 0,15% ke posisi Rp13.012 per dolar AS.

Menurut Ekonom Permata, Josua Pardede, pergerakan rupiah hari ini salah satunya ditentukan oleh laju mata uang pound sterling dan . “Jika pound sterling dan mengalami pelemahan lanjutan, maka mata uang di Asia, termasuk rupiah, kembali terkoreksi,” katanya.

Namun, setelah anjlok hampir 2% ke posisi 1,2123 pada perdagangan Selasa (11/10) kemarin, pound sterling terpantau rebound dengan menguat 1,43% ke posisi 1,2296 dolar AS per pound. Penguatan mata uang Inggris Raya itu dipicu laporan tentang Perdana Menteri Inggris, Theresa May, yang telah menyetujui keikutsertaan parlemen untuk turut memberikan suara dalam hal rencana Brexit.

“May akan menyetujui pemberian suara di parlemen sehingga mendorong pergerakan pound dalam jangka pendek,” kata Kepala Strategi Mata Uang di Mizuho Securities, Masafumi Yamamoto. “Pelemahan pound kemarin terlalu besar dan cepat sehingga wajar jika terlihat rebound.”

Selain rupiah, pergerakan mayoritas mata uang Asia hingga Rabu siang juga terpantau menguat terhadap dolar AS. Penguatan paling tajam dialami rupee India yang naik 0,23%, disusul baht Thailand yang terdongkrak 0,20%.

Saat ini, fokus pelaku pasar akan beralih ke notulensi meeting yang dijadwalkan rilis Kamis (13/10) dini hari WIB. Hasil notulensi diperkirakan masih berharap adanya kenaikan The Fed pada akhir tahun ini. Menurut data Bloomberg, peluang kenaikan The Fed pada Desember 2016 sudah mendekati angka 70%.

Loading...