Potensi Perikanan Tangkap Cukup Tinggi, Benarkah Ikan Tuna per Kg Dihargai Murah?

Harga, ikan, tuna, per, kg, jenis, sirip, biru, kuning, nelayan, daging, perindo, pengepul, Murah, grade, hidup,Ilustrasi: nelayan tangkap ikan tuna (steemit.com)

tuna dikenal dengan rasa dagingnya yang lezat serta kandungan gizi yang cukup lengkap. Maka tak mengherankan jika ini banyak dikonsumsi oleh masyarakat sebagai lauk ataupun sebagai penambah gizi bagi tubuh. Di pasaran, tuna ini biasa dijual kiloan.

Ikan tuna sendiri memiliki beragam jenis, namun yang paling sering dikonsumsi adalah jenis ikan tuna sirip kuning dan ikan tuna sirip biru. Perkara , ikan tuna mempunyai banderol yang beragam, biasanya ditentukan berdasarkan ukuran serta jenis ikan tuna tersebut.

Menurut Rifky Effendi Hardjanto, Sekretaris Jenderal Kementerian Kelautan dan , perlu diatur agar potensi tuna di Indonesia bisa terus dijaga, mengingat tuna merupakan salah satu komoditas terbesar dalam ekspor produk dari Indonesia.

“Saya pikir, regulasi di sektor tuna menjadi sangat penting karena secara statistik kita, dalam nilai ekspor, tuna menduduki peringkat tiga. Sementara secara volume, sudah over eksploitasi. Di belahan lain juga sama. Kita hanya punya selisih sedikit dalam MSY (maximum sustainable yield),” ujarnya dikutip dari Detik.com.

Regulasi penangkapan tuna di laut semakin urgen mengingat kemampuan suplai produksi penangkapan tuna oleh dua BUMN perikanan di Indonesia tak mencapai kebutuhannya dalam menyuplai kebutuhan industri. Menurut Rifky, salah satu cara dalam mengoptimalisasi nilai penangkapan tuna saat ini adalah dengan meningkatkan jumlah produk perikanan grade 1 dari hasil tuna tangkapan.

Selama ini diketahui lantaran proses penangkapan dan rantai dingin yang kurang baik, hasil produksi tangkapan tuna di Indonesia masih didominasi oleh grade atau kualitas yang rendah, sehingga membuat nilai jualnya berkurang. “Info dari PDS (Ditjen penguatan daya saing produk kelautan dan perikanan), harga Tuna grade I di tingkat itu Rp 50 ribu per kg. Grade II Rp 35 ribu per kg, grade III Rp 20 ribu per kg. Jadi seandainya kita tangkap grade 1 lebih banyak, maka jumlah yang dibawa bisa lebih banyak dalam jumlah tangkapan yang sama dengan grade 3,” jelasnya lebih lanjut.

Secara umum, potensi perikanan tangkap di Indonesia, khususnya di Laut Natuna tergolong cukup besar, yakni mencapai 1,1 juta ton per tahun. Sayangnya, tingginya potensi tangkap tersebut dianggap tidak sebanding dengan pendapatan yang diterima oleh para nelayan. Hal ini disebabkan harga jual ikan yang ditangkap nelayan dibeli di bawah harga pada umumnya.

Tarmini, salah seorang nelayan lokal mengatakan, ada beberapa ikan yang dibeli Perum Perikanan Indonesia (Perindo) dengan harga jauh lebih murah ketimbang dijual ke swasta. Misalnya untuk ikan kerapu merah, Perindo hanya mampu membeli dengan harga Rp 55-65 ribu per kg. Sedangkan swasta berani membayar Rp300-400 ribu per kg dalam kondisi ikan masih hidup.

Di pihak lain, Idrus, seorang pengepul ikan nelayan yang bekerja sama dengan Perindo, menyebutkan dirinya hanya mengikuti patokan harga yang diberikan oleh Perindo. Namun Ia menilai bahwa Perindo sangat terbuka kepada nelayan bila ada usulan kenaikan harga. Idrus pernah berdiskusi dengan Perindo dan berhasil menaikkan sejumlah harga ikan. “Ikan per kg misalnya ikan tongkol kita awal pertama Rp10 ribu sekarang naik Rp12 ribu,” ucapnya, dilansir dari Kumparan.

Loading...