Posisi Rupiah terbantu oleh Rilis Data Penjualan Mobil di Amerika

Rupiah-USDSetelah tenggelam hingga hampir menyentuh lever Rp 13.000 per Dolar, Rupiah kini kembali mengerahkan kekuatannya melawan Dollar Amerika. Rupiah tampak perlahan bangkit hari ini (4/3), saat dibuka menguat sebesar 7 basis poin pada posisi Rp 12.962 per Dolarnya. Posisi yang lebih tinggi dari posisi di sesi penutupan kemarin yaitu pada level Rp 12.969 per , seperti yang dikutip oleh Indeks Dolar .

Informasi lain datang dari Yahoo Finance, yang merilis tentang posisi Rupiah di level Rp 12.965 per Dolar Amerika, juga sedikit lebih baik dibandingkan di sesi penutupan lalu yaitu pada level Rp 12.966 per Dolarnya. Menguatnya posisi Rupiah ini bisa dikatakan bergerak serempak dengan Asia lainnya. Hal ini dikarenakan oleh adanya pergerakan pelemahan Dolar Amerika melawan sebagian besar Asia hari ini. “Rupiah berpeluang melanjutkan penguatannya hari ini dengan (indikasi) indeks dolar yang menurun,” ujar salah satu perwakilan tim riset Samuel Sekuritas Indonesia.
Beberapa internal dari Amerika sendiri diduga menjadi penyebab utama sepinya transaksi Dolar di global. Data hasil penjualan produk otomotif (mobil) yang mengecewakan di Amerika Serikat akhir-akhir ini dituduh sebagai dalang utama penyebab turunnya indeks Dolar, meskipun tidak terlalu signifikan. Data yang dirilis tentang hasil penjualan mobil tersebut ternyata lebih rendah dari ekspektasi investor.

Selain itu ada faktor eksternal yang memukul mundur posisi Dolar, yaitu penjualan ritel di Jerman yang melesat naik, perang di Libia yang mengancam keamanan ladang , serta komentar dari PM Israel mengenai pengembangan nuklir Iran yang membuat mentah naik sebesar 2,3%.
 

Loading...