Pos Indonesia Ajak Pebisnis Online Garap Pasar ASEAN

Karanganyar – PT Cabang Karanganyar menggelar acara gathering di Hotel Sari yang dihadiri oleh puluhan pebisnis toko online, kemarin (5/3).

Dalam acara tersebut, PT Pos Indonesia Kantor Regional VI Tengah dan Jogja melalui Manajer Penjualan Kiagus M. Amran, mengajak serta pebisnis online di Bumi Intanpari untuk menggarap pasar ASEAN. Pasalnya, langkah tersebut dinilai cukup potensial terkait dengan diberlakukannya MEA ( ASEAN).

“Kalau bisa jangan hanya garap pasar Indonesia. Kami mengajak untuk bersama-sama menggarap pasar ASEAN. Apalagi sekarang kan sudah masuk masa kerja sama MEA,” ujar Amran.

Tak hanya mengajak, PT Pos Indonesia juga siap membantu melalui ekspor yang sudah berjalan setidaknya setahun terakhir ini.

“MEA kan sudah mulai. Kami siap bantu, kalau butuh dokumen atau administrasi terkait. Kami punya layanan ekspor barang yang bisa dimanfaatkan. Sudah jalan setahun terakhir,” lanjutnya.

Amran mengatakan, jumlah pasokan logistik dari bisnis online yang dikirim melalui PT Pos Indonesia Regional VI baru mencapai 40% dari keseluruhan pengiriman. Meski begitu, Ia optimis angka tersebut akan naik menjadi 60% di tahun ini. Caranya, dengan menyediakan sejumlah layanan unggulan untuk para pelaku bisnis online di Jawa Tengah.

“Dengan bermitra bersama kami bisa menjadi member dengan tarif spesial, atau kalau omzet sudah besar bisa menjadi agen pos. Ada benefit-benefit lain yang kami siapkan,” tutur Amran menambahi.

Sebagai perusahaan milik , PT Pos Indonesia telah ditunjuk oleh Presiden untuk menjadi leader di bidang distribusi logistik.

Masih di Karanganyar, Koordinator Bidang , Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Luhut Binsar Pandjaitan, hadir sebagai pembicara dalam acara dialog deradikalisasi bertema ‘Bahaya Radikalisme Agama di Indonesia’ yang bertempat di dinas Bupati Karanganyar, Sabtu (5/3).

Dalam acara tersebut, Luhut mengklaim perekonomian nasional semakin membaik di tahun 2016 ini. Untuk semakin mewujudkannya, Luhut meminta masyarakat agar tetap optimis dan meningkatkan daya saing.

“Betul perekonomian kita turun, tapi itu terjadi sejak 2012. Tahun lalu kami sempat takut akan terus turun. Tapi Presiden cepat membuat keputusan infrastruktur. Pada kuartal IV kepemimpinan beliau perekonomian kita mulai membaik,” terang Luhut.

Loading...