Porsi Kredit Dipangkas, Perbankan Lebih Pro Korporasi Ketimbang UMKM?

Kursrupiah.net – Perbankan makin mengurangi porsi untuk usaha mikro, kecil, menengah dan koperasi (UMKM) setidaknya dalam 5 tahun terakhir. Sebaliknya, jatah untuk besar atau korporasi makin ditingkatkan.

Di tahun 2011 lalu, Otoritas Jasa Keuangan () merilis data porsi kredit perbankan untuk UMKM adalah sebesar Rp 458,1 triliun dari total kredit yang dikucurkan sebesar Rp 2.200 triliun. Artinya, UMKM hanya mendapat jatah kredit 20,82%, sedangkan sisanya disalurkan pada korporasi.

Data di tahun bahkan jauh lebih mencengangkan. Dari total kucuran kredit perbankan sebesar Rp 4.050 triliun, UMKM hanya mendapat porsi sebesar 18,23% atau sekitar Rp 739,8 triliun. Sisanya, Rp 3.318 triliun atau sekitar 81,77% justru dialokasikan untuk perusahaan-perusahaan besar.

Langkah perbankan ini dinilai kurang tepat, mengingat perbandingan UMKM dan korporasi di adalah 99:1. Keputusan ini juga rentan risiko seiring dengan menurunnya kinerja korporasi akibat pelemahan . Tak mengherankan jika banyak pelaku UMKM dalam negeri yang lebih memilih mengambil pinjaman dari perbankan yang ada di luar negeri.

Untuk itu, Perindustrian Saleh Husin meminta kepada untuk mendorong perbankan menurunkan tingkat suku bunga kreditnya.

”Saya sampaikan (ke Gubernur Bank Indonesia) salah satu yang diinginkan pengusaha adalah bunga bank yang bersaing,” kata Saleh.

Dengan alasan yang sama, Deputi Komisioner Pengawasan Perbankan OJK Irwan Lubis menyatakan telah mengajukan 20 bank yang memenuhi syarat dan ditunjuk untuk menyalurkan Kredit Usaha Rakyat () dari pemerintah. Tujuannya, adalah untuk membantu kelancaran penyaluran dan memaksimalkan serapan dana pada UMKM. Pasalnya, alokasi subsidi bunga di tahun iki akan dinaikkan menjadi sekitar Rp 100-120 triliun. Plafon kredit pun akan dinaikkan 4 kali lipat dari tahun 2015.

Loading...