Pinjaman The Fed Dihentikan, Rupiah Berakhir Merah

Rupiah - www.medanbisnisdaily.comRupiah - www.medanbisnisdaily.com

JAKARTA – relatif tidak memiliki kekuatan untuk bangkit ke teritori hijau pada Jumat (20/11) sore ketika aset risiko cenderung dirugikan akibat penghentian beberapa pinjaman . Menurut laporan Bloomberg Index pada pukul 14.59 WIB, mata Garuda ditutup melemah 10 poin atau 0,07% ke level Rp14.165 per AS.

Sementara itu, data yang diterbitkan Bank pukul 10.00 WIB tadi menetapkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) berada di posisi Rp14.228 per dolar AS, terdepresiasi 61 poin dari transaksi sebelumnya di level Rp14.167 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang Asia juga tidak berdaya melawan , termasuk yen Jepang dan dolar Taiwan.

“Pemangkasan suku bunga secara mengejutkan oleh Bank Indonesia tidak mampu menahan pelemahan rupiah di hadapan penguatan dolar AS,” tutur Direktur TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim, seperti dilansir dari Bisnis. “Penurunan suku bunga acuan ini sendiri diambil dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi yang terus membaik, pertumbuhan ekonomi kuartal III di sejumlah negara mulai membaik.”

Dari global, indeks dolar AS memangkas kerugian pada hari Jumat, setelah Menteri Keuangan AS, Steven Mnuchin, menyerukan diakhirinya beberapa pinjaman Federal Reserve, menggagalkan reli aset risiko sekaligus mengejutkan yang mengandalkan dukungan bank sentral. Mata uang Paman Sam terpantau menguat 0,034 poin atau 0,04% ke level 92,328 pada pukul 14.53 WIB.

Seperti diberitakan Reuters, pengumuman Mnuchin tersebut mengurangi suasana hati yang sebelumnya positif setelah laporan bahwa Senat AS dari Partai Republik dan para pemimpin Demokrat telah setuju untuk melanjutkan negosiasi tentang paket stimulus virus corona. Sementara langkah Mnuchin ditujukan untuk mengambil kembali sekitar 455 miliar dolar AS yang dialokasikan ke Departemen Keuangan, beberapa investor berpendapat bahwa program itu telah memainkan peran penting dalam meyakinkan pasar.

“Para investor telah mengandalkan MLF (Municipal Liquidity Facility) sebagai pemberi pinjaman darurat yang andal untuk peminjam inti pasar kami. Ini telah menghilangkan gagasan default pembayaran atau masalah anggaran bencana dari meja,” kata mitra di Municipal Market Analytics di Westport, Connecticut, Matt Fabian. “Tanpa MLF, pasar tidak akan runtuh, tetapi akan kekurangan ketahanan jika diuji oleh aksi jual atau ketakutan kredit yang lebih nyata.”

Loading...