Sedang Berkonflik, Pilpres AS Ternyata Trending di Media Sosial China

Ikon Weibo, platform media sosial China (sumber: dw.com)Ikon Weibo, platform media sosial China (sumber: dw.com)

BEIJING – Meski terlibat konflik , namun pemilihan yang mempertemukan dan Donald Trump ternyata menarik minat banyak warga China. Platform setempat, seperti Weibo dan WeChat, yang sebelumnya jarang digunakan untuk diskusi , mampu menarik lebih dari 730 juta penayangan hingga Minggu (8/11) sore waktu setempat.

Seperti diberitakan South China Morning Post, kebanyakan komentar yang muncul di platform tersebut membicarakan tentang kemungkinan Donald Trump menolak meninggalkan Gedung Putih. Menurut salah seorang pengguna Weibo, ketika (Biden) memasuki Gedung Putih pada Januari mendatang, dia mungkin akan menghadapi serangkaian tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya, bagaimana membawa Trump keluar dari Gedung Putih.

Media China juga menjadi tuan topik Weibo, dan banyak di antaranya berfokus pada potensi ketidakpastian pasca pemilihan di AS. Sementara yang lain, dipandu oleh penyiar CCTV (China Central Television), fokus tentang pendukung Trump yang memprotes dengan senjata dan telah menarik 140 juta penayangan. Acara yang dipandu oleh corong Partai Komunis, People’s Daily, berjudul ‘Emosi pemilih AS sangat terpecah’ telah dilihat lebih dari 81 juta kali pada Minggu sore.

Dalam pidato pertamanya sebagai presiden terpilih, Biden mengatakan bahwa dia akan berusaha untuk menjembatani perpecahan politik yang melebar di dan menekankan perlunya persatuan, kekuatan, dan kepercayaan pada bangsa. Zhang Dingding, seorang komentator industri internet, berkata di WeChat tentang kemenangan Biden. Menurutnya, ini adalah mekanisme ‘pemecahan masalah’ yang demokratis. “Setelah Anda menemukan bahwa kereta berada di jalur yang salah, Anda dapat mengganti pengemudinya,” ujarnya. 

Namun, yang lain mendesak orang untuk berhati-hati sebelum mengambil keputusan tentang pemimpin Amerika Serikat yang baru. Sorang pengguna Weibo menuturkan bahwa banyak orang mengejek Trump dan memuji Biden, tetapi kita tidak tahu kebijakan dan posisi Biden di China. “Bagaimana jika setelah satu tahun, kami menemukan dia lebih buruk dari Trump?” katanya. 

Sementara itu, Mei Xinyu, seorang peneliti yang bertugas di Kementerian Perdagangan China, menulis di WeChat bahwa ini sebenarnya adalah kemenangan untuk Biden, bukan kemenangan untuk China. Dari perspektif jangka panjang, mungkin saja ini tidak akan menjadi kemenangan bagi AS. “Tenang, amati, dan pikirkan,” saran dia.

Loading...