Pidato Yellen Dovish, Rupiah Menguat di Awal Pekan

rupiah menguat

Pidato Gubernur The Fed, Janet Yellen, yang dianggap dovish melapangkan jalan rupiah untuk melaju pada awal perdagangan Senin (28/8) ini. Seperti diwartakan Index, Garuda membuka dengan menguat 9 poin atau 0,07% di level Rp13.335 per . Kemudian, pada pukul 08.37 WIB, spot kembali naik 5 poin atau 0,04% ke posisi Rp13.339 per dolar .

Yellen dalam sambutannya di konferensi riset bank sentral Jumat (15/8) lalu mengatakan bahwa setiap perubahan pada reformasi pasca-krisis harus moderat karena reformasi ini telah membuat sistem secara substansial lebih aman dan tangguh. Namun, dia tidak mengacu pada kebijakan moneter AS dalam sambutannya tersebut.

“Sistem keuangan yang tangguh sangat penting bagi yang dinamis. Sistem keuangan yang berfungsi dengan baik memfasilitasi investasi produktif dan pembentukan baru yang mengatasi pasang surutnya siklus ,” kata Yellen. “Meski demikian, ruang lingkup dan kompleksitas reformasi peraturan keuangan menuntut agar pembuat kebijakan dan peneliti tetap waspada terhadap kedua area tersebut untuk perbaikan dan efek samping yang tidak diharapkan.”

Yellen menambahkan bahwa Federal Reserve berkomitmen untuk terus mengevaluasi dampak peraturan mengenai stabilitas keuangan. Menurutnya, yang terpenting adalah reformasi peraturan dan juga tindakan yang diambil sektor swasta. “Saya memiliki bukti bahwa bagaimana reformasi peraturan keuangan telah memengaruhi pertumbuhan ekonomi, ketersediaan kredit, dan likuiditas pasar,” sambungnya.

Meski demikian, Yellen dalam pidatonya tidak merinci secara detail tentang kapan dan bagaimana teknis pelaksanaan program pengetatan neraca dan kenaikan suku bunga The Fed. Menurut tim analis Asia Trade Point Futures, investor merespons pidato Yellen dengan dovish sehingga mengakibatkan laju dolar AS melemah.

Pada penutupan perdagangan Jumat atau Sabtu (26/8) pagi WIB, indeks dolar AS memang harus merosot 0,537 poin atau 0,58% ke posisi 92,47. Sepanjang tahun berjalan, mata uang greenback telah turun 9,27%. “Pidato Yellen sebagian besar tidak menarik dan karenanya dolar AS dilanda aksi melemah karena para pedagang berfokus pada apa yang tidak dia katakan,” ujar kepala konsultan mata uang untuk FXDD Global, Stephen Simons Sr.

Loading...