Pidato Xi Jinping Gairahkan Kurs Asia, Rupiah Menguat di Akhir Dagang

rupiah - economy.okezone.comrupiah - economy.okezone.com

Pidato Presiden China, Xi Jinping, meredakan kekhawatiran konflik dagang sehingga membuat Asia bergairah sepanjang perdagangan Selasa (10/4) ini, termasuk . Menurut Index pukul 15.59 WIB, NKRI mampu menyelesaikan transaksi dengan penguatan sebesar 10 poin atau 0,07% ke level Rp13.751 per dolar .

Sebelumnya, rupiah ditutup 17 poin atau 0,11% di posisi Rp13.761 per pada akhir dagang Senin (9/4) kemarin. Mata uang Garuda sempat melemah 3 poin atau 0,02% ke level Rp13.764 per ketika membuka pasar hari ini. Namun, spot mampu bangkit ke zona hijau dan dipertahankan hingga tutup transaksi.

Dari pasar global, indeks dolar AS sebenarnya bergerak lebih tinggi pada hari Selasa, setelah pidato Presiden China, Xi Jinping, yang berjanji membuat Negeri Tirai Bambu lebih terbuka, meredakan ketegangan perang dagang dengan AS. Mata uang Paman Sam terpantau menguat tipis 0,060 poin atau 0,07% ke level 89,898 pada pukul 11.00 WIB.

Seperti diberitakan Reuters, berbicara di Forum Boao, Xi berjanji untuk membuka ekonomi negara lebih lanjut dan menurunkan pada sejumlah produk, termasuk otomotif. Kekhawatiran konflik perdagangan surut setelah Xi menuturkan bahwa China akan berinisiatif untuk memperluas pada tahun 2018, terutama untuk produk yang dibutuhkan oleh masyarakat.

“China tidak mencari surplus perdagangan. Kami ingin meningkatkan impor dan mencapai keseimbangan neraca transaksi berjalan,” kata Xi, seperti dilansir dari CNBC. “Kami berharap negara maju akan berhenti memaksakan pembatasan perdagangan normal dan wajar dari produk teknologi tinggi. Selain itu, santai menghadapi ekspor perdagangan dengan China.”

Selain indeks dolar AS, hampir seluruh mata uang di Asia merespons positif pidato Xi tersebut. Rupee India memimpin penguatan kurs Asia terhadap greenback setelah mengalami kenaikan sebesar 0,18%. Kenaikan mata uang Negeri Sungai Gangga diikuti ringgit Malaysia yang menguat 0,17% dan peso Filipina yang terapresiasi 0,16%.

Loading...