Pidato Trump Biasa Saja, Rupiah Menguat di Akhir Rabu

Rupiah - mediaindonesia.comRupiah - mediaindonesia.com

JAKARTA – Pidato Presiden AS, Donald Trump, yang tidak mengandung kejutan yang berarti, mengatrol mayoritas , termasuk , pada Rabu (6/2) sore meski juga bergerak naik. Menurut paparan Bloomberg Index pada pukul 15.56 WIB, mata uang Garuda menguat 42 poin atau 0,31% ke level Rp13.920 per dolar AS.

Sementara itu, Indonesia siang tadi menetapkan kurs tengah berada di posisi Rp13.947 per dolar AS, menguat 29 poin atau 0,2% dari perdagangan sebelumnya di level Rp13.976 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang Asia bergerak naik versus greenback, dengan kenaikan tertinggi sebesar 0,32% dialami rupiah, disusul won Korea Selatan yang menguat 0,26%.

Dari , indeks dolar AS sebenarnya juga bergerak menguat terhadap sekeranjang mata uang utama pada hari Rabu, mengabaikan pidato State of the Union dari Presiden Donald Trump yang membahas masalah perdagangan dan imigran. Mata uang Paman Sam terpantau naik tipis 0,029 poin atau 0,03% menuju level 96,096 pada pukul 12.45 WIB.

Seperti diberitakan Reuters, dalam pidato tahunan pada hari Selasa (5/2) malam waktu setempat, Trump mengatakan bahwa imigran ilegal adalah krisis nasional yang mendesak dan menegaskan kembali janjinya untuk membangun tembok perbatasan. Ia juga mengatakan, perjanjian perdagangan dengan China harus mencakup perubahan struktural yang nyata untuk mengakhiri praktik perdagangan yang tidak adil, mengurangi defisit perdagangan, dan melindungi pekerjaan AS.

“Pidato Donald Trump tidak mengandung kejutan. Dia tidak, misalnya, menyatakan keadaan darurat (atas pendanaan perbatasan) atau membuat komentar mengejutkan tentang China,” tutur ekonom pasar senior di Sumitomo Mitsui Trust, Ayako Sera. “Penurunan kurs dolar Australia tampaknya telah menarik lebih banyak perhatian .”

Dolar Australia tergelincir 1% setelah Gubernur Reserve Bank of Australia, Philip Lowe, membuka pintu bagi kemungkinan penurunan suku bunga setelah lebih dari setahun menandakan kebijakan masa depan yang lebih ketat. Dalam pidato publik pertamanya tahun ini, Lowe mengatakan, suku bunga bisa menuju ke dua arah, tergantung pada pasar tenaga kerja dan inflasi.

Loading...