Pidato Dovish Jerome Powell Picu Rupiah Menguat ke Rp 14.105/USD

Rupiah - www.acehbisnis.comRupiah - www.acehbisnis.com

Jakarta dibuka menguat sebesar 27 poin atau 0,19 persen ke level Rp 14.105 per AS di awal pagi hari ini, Kamis (11/7). Kemarin, Rabu (10/7), nilai tukar Garuda berakhir terdepresiasi 2 poin atau 0,01 persen ke posisi Rp 14.132 per USD.

Indeks dolar AS yang mengukur gerak the terhadap sekeranjang mata uang utama terpantau melemah. Pada akhir perdagangan Rabu atau Kamis pagi WIB, indeks dolar AS turun 0,41 persen menjadi 97,0992 usai pernyataan negatif Ketua Jerome Powell terkait ekonomi Amerika Serikat.

Seperti dilansir Antara, pada Rabu (10/7), Powel menuturkan bahwa arus lintas seperti ketegangan perdagangan dan kekhawatiran terkait pertumbuhan telah membebani aktivitas perekonomian AS dan prospeknya. Pada sambutannya di hadapan Komite Jasa Keuangan untuk bersaksi tentang Laporan Kebijakan Moneter Setengah Tahunan, Powell menyatakan bahwa banyak peserta Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) melihat bahwa kasus untuk kebijakan moneter yang agak lebih akomodatif telah diperkuat.

Ia juga menambahkan, para pejabat memperhatikan arus lintas yang tengah berlangsung dari pertumbuhan global dan perdagangan pada pertemuan FOMC Mei 2019 lalu. Sejak itu “arus lintas ini telah muncul kembali, menciptakan ketidakpastian yang lebih besar,” katanya. Pernyataan Powell itu pula yang semakin memperbesar ekspektasi terkait penurunan The Fed pada akhir Juli.

Rupiah sendiri sebelumnya sempat terkoreksi karena terimbas langkah wait and see para pelaku pasar sebelum pidato Gubernur The Federal Reserve Jerome Powell. Lewat pidatonya, Powell mengindikasikan bahwa suku bunga AS kemungkinan akan segera turun. Akan tetapi, pasar menilai bahwa suku bunga AS mungkin hanya akan turun sebesar 25 basis poin (bps). “Sebelumnya, ada potensi suku bunga acuan AS bakal dipangkas 50 bps,” kata Direktur Utama Garuda Berjangka Ibrahim, seperti dikutip Kontan.

Hal tersebut terjadi usai data penyerapan tenaga kerja Amerika Serikat yang dilaporkan positif. Sementara itu, Ekonom Samuel Asset Management Lana Soelistianingsih berpendapat jika nilai tukar rupiah bisa saja rebound apabila didukung dengan pidato Powell yang bernada dovish.

Loading...