Pidato di PBB, Trump Tolak Globalisme & Kecam Perdagangan China

Trump Tolak Globalisme & Kecam Perdagangan China - www.tribunnews.comTrump Tolak Globalisme & Kecam Perdagangan China - www.tribunnews.com

NEW YORK – Presiden AS, , dengan lantang menyuarakan penolakannya terhadap globalisme ketika berpidato di Majelis Umum pada hari Selasa (25/9) kemarin. Ia juga menuntut perubahan dalam dunia yang selama ini mengakibatkan ketidakseimbangan antara AS dan China.

Seperti diberitakan Nikkei, masalah perdagangan adalah bagian penting dari pidato 35 menit Trump di hadapan para diplomat dan para pemimpin dunia yang mewakili 193 anggota pada debat umum tahunan PBB. Trump memang memuji perjanjian perdagangan bebas AS dengan Korea Selatan yang ditandatangani Senin (24/9) kemarin, tetapi secara umum menyindir perilaku China.

“Saya sangat menghormati dan menyayangi teman saya, Presiden Xi Jinping, tetapi saya memperjelas bahwa ketidakseimbangan perdagangan kami tidak dapat diterima,” katanya. “Mereka terlibat dalam pembuangan tanpa henti, transfer teknologi paksa, dan pencurian kekayaan intelektual. Distorsi China dan cara mereka menangani tidak dapat ditoleransi. AS tidak akan lagi membiarkan pekerja kami menjadi korban, perusahaan kami ditipu, atau kekayaan kami dijarah.”

Ia melanjutkan, sebagaimana yang telah diperlihatkan dalam sistem pemerintahannya, AS akan selalu bertindak demi kepentingan nasional mereka. Trump pun menegaskan pentingnya kedaulatan dan kemerdekaan AS di atas segalanya. “Kami menolak ideologi globalisme dan kami merangkul doktrin patriotisme,” sambung Trump.

Trump juga mengklaim kemajuan denuklirisasi Korea Utara dan berterima kasih kepada pemimpin Kim Jong-un, yang menurut dia ‘berani’. Ia mengatakan, dengan dukungan dari banyak negara, AS telah terlibat dengan Korea Utara untuk menggantikan momok konflik dengan dorongan yang berani dan baru untuk perdamaian.

Komentar hangat terhadap Pyongyang ini sebenarnya sangat kontras dengan bahasa provokatif Trump lalu, yang mendominasi berita utama dan mendorong Korea Utara untuk melakukan uji bom hidrogen di atas Samudra Pasifik. Kala itu, Trump mengatakan bahwa ‘Rocket Man’ sedang dalam misi bunuh diri dan AS memiliki kekuatan dan kesabaran yang besar. “Tetapi jika dipaksa untuk membela diri atau sekutu-sekutunya, kami tidak punya pilihan selain menghancurkan Korea Utara,” ujar Trump.

Pidato tahun ini datang ketika pemimpin AS bersiap untuk pertemuan puncak kedua dengan Kim, meneruskan pertemuan bersejarah di bulan Juni tahun lalu di Singapura, pertama kalinya antara para pemimpin kedua negara. Pada hari Senin, Trump mengatakan dia mengharapkan pertemuan berikutnya akan berlangsung ‘dengan segera’.

Di sisi lain, Trump juga mengkritik kartel OPEC, dengan mengatakan bahwa ‘negara OPEC, seperti biasa, merobek seluruh dunia’. Menurutnya, AS siap untuk mengekspor sumber energi mereka ke sekutu dan ingin agar OPEC berhenti untuk menaikkan minyak. “Kami ingin mereka mulai menurunkan , dan mereka harus berkontribusi secara substansial untuk perlindungan militer mulai sekarang,” tandas Trump.

Loading...