Petani Menjerit, Harga Jual Teh Per Kilo Hanya Rp 1.000

Kulonprogo teh di Kecamatan Samigaluh, Kulonprogo mengeluh dengan rendahnya harga teh tahun 2016 ini. Pucuk teh yang baru dipetik hanya dibeli dengan harga Rp 1.000 oleh mitra mereka, PT Pagilaran. Padahal di daerah , harga teh telah menginjak angka Rp 2.000 per kg.

“Karena harganya , kita sangat kesulitan untuk bertahan,” ujar Ketua KUB Menoreh Jaya, Murtono.

Tahun 2015 lalu, petani Kulonprogo masih memperoleh subsidi dari DIY, yakni sekitar Rp 250 untuk tiap kilogram teh yang dipetik. Dengan demikian, harga pembelian yang diterima oleh petani adalah Rp 1.250 per kg. Tetapi sejak 2016 ini para petani sudah tidak diberikan subsidi oleh . Oleh sebab itu, harga beli yang diberikan PT Pagilaran hanya Rp 1.000.

Di samping itu, masalah teh juga masih menghantui para petani teh di Indonesia. Ketua Asosiasi Teh Indonesia, Dede Kusdiman mengatakan, “Teh mudah masuk ke Indonesia tanpa regulasi ketat dari pemerintah, tidak ada yang disaring, tanpa syarat apapun. Padahal kualitas teh mereka lebih rendah dengan harga jual 50-60 persen dari harga jual teh Indonesia.”

Seperti diketahui, beberapa negara yang mengekspor teh ke Indonesia antara lain adalah Vietnam, Kenya, India, dan Sri Lanka. Negara Vietnam sendiri memiliki tingkat teh lebih tinggi dari Indonesia, yakni sekitar 67 ribu ton.

Banyak faktor yang menyebabkan penurunan tingkat produksi teh nasional, misalnya saja banyaknya tanaman teh yang sudah tua dan mengakibatkan produktivitas rendah, kemudian kecenderungan petani untuk mengusahakan tanaman baru daripada peremajaan, hingga tingginya produksi.

Di supermarket dan berbagai pusat perbelanjaan, harga teh dalam kemasan sendiri dibanderol sangat bervariasi, mulai dari Rp 10 ribu hingga Rp 23 ribu per pak.

Loading...