Petani Menjerit, Harga Cengkeh Tahun 2016 Merosot Tajam

Bulukumba – Menjelang musim panen cengkeh di Kabupaten Bulukumba, para petani justru menyambutnya dengan bermuram durja. Pasalnya, tahun ini mereka beranggapan bahwa cengkeh di masih relatif rendah.

Salah satu pedagang cengkeh, Hasnah mengatakan bila dibandingkan dengan musim panen cengkeh tahun lalu, harga cengkeh saat ini anjlok hingga 40 persen tahun . Untuk cengkeh basah harga per kilo hanya Rp 45 ribu saja, sedangkan untuk cengkeh kering hanya dihargai Rp 150 ribu tiap kilonya.

Sementara itu pada tahun 2016 harga yang dibanderol untuk cengkeh basah terjun bebas ke angka Rp 31 ribu per kilo, sedangkan cengkeh kering harganya Rp 90 ribu per kilo. Harga cengkeh tersebut diperkirakan bakal lagi menjelang akhir musim kelak.

Senada dengan Hasnah, pengelola kebun cengkeh, Asdar pun mengeluhkan harga cengkeh saat ini. Padahal di musim panen begini berharap dapat memperoleh uang tambahan dari cengkeh. “Padahal ini saja kami punya pendapatan. Tapi kalau harga semakin turun, kita rugi juga. Peran pemerintah untuk menaikkan harga cengkeh sangat dibutuhkan,” tuturnya, Jumat (29/7).

Tak hanya di Bulukumba, di Aceh pun para pedagang juga mengeluh karena harga cengkeh di pusat pun tajam.

Nurdin misalnya, pemilik toko di Pasar Sibreh, Kecamatan Sukamakmur, Aceh Besar menuturkan harga jual cengkeh sedang turun. Selama ini Nurdin membeli cengkeh di Aceh Besar, Pulo Aceh, dan Sabang.

“Saya tidak tahu pasti penyebabnya, karena harga cengkeh yang dibeli oleh pengumpul juga tidak sampai Rp 100 ribu, sekitar Rp 95 ribu sampai Rp 96 ribu per kilo. Jadi petani juga kena imbas,” jelas Nurdin, Selasa (26/7).

Ketika harga anjlok, umumnya para petani cengkeh tak akan menjual hasil panennya. Namun mereka memutuskan untuk mengumpulkannya terlebih dahulu dan baru menjualnya ketika harga cengkeh sedang .

“Iya, yang jual agak berkurang. Mereka simpan dulu, nanti kalau harganya kembali naik baru dijual,” imbuh Nurdin.

Loading...