Pertumbuhan Upah AS Slow, Rupiah Perkasa di Senin Sore

mata uang rupiah - www.cnbcindonesia.commata uang rupiah - www.cnbcindonesia.com

Pertumbuhan upah yang lebih lambat dari perkiraan menekan gerak indeks dan mampu dimanfaatkan untuk melaju kencang sepanjang awal pekan (9/7) ini. Menurut catatan Index pukul 15.54 WIB, NKRI terpantau mengalami penguatan sebesar 45 poin atau 0,31% menuju level Rp14.330 per dolar .

Sebelumnya, rupiah sudah ditutup naik 19 poin atau 0,13% di posisi Rp14.375 per dolar AS pada akhir pekan (6/7) kemarin. Tren positif mata uang Garuda berlanjut pagi tadi dengan dibuka menguat 32 poin atau 0,22% menuju level Rp14.343 per dolar AS. Sepanjang hari ini, spot praktis bergerak nyaman di teritori hijau, mulai awal hingga tutup dagang.

Dari pasar , indeks dolar AS bergerak mendekati level terendah dalam 3,5 minggu terhadap sejumlah mata uang utama setelah data pekerjaan AS menunjukkan pertumbuhan upah yang lebih lambat. Mata uang Paman Sam terpantau melemah 0,073 poin atau 0,08% menuju posisi 93,890 pada pukul 11.10 WIB, setelah sebelumnya sudah berakhir turun 0,432 poin atau 0,46% pada Jumat kemarin.

Dilansir Reuters, telah turun hampir 0,5% pada perdagangan akhir pekan, menyentuh level 93,921 atau terendah sejak 14 Juni, setelah sejumlah data indikator upah AS mengecewakan pasar. Data menunjukkan, rata-rata penghasilan per jam di AS hanya naik lima sen atau 0,2% pada bulan Juni setelah naik 0,3% di bulan sebelumnya. Hal ini menunjukkan tekanan inflasi moderat yang merusak ekspektasi bahwa akan menaikkan sebanyak empat kali pada tahun ini.

“Upah AS tidak meningkat secara substansial, jadi tidak akan ada kenaikan cepat dalam laju penaikan suku bunga acuan jangka panjang,” tutur ahli strategi mata uang senior di Daiwa Securities di Tokyo, Yukio Ishizuki. “Jika tingkat suku bunga jangka panjang AS tidak naik, akan ada sedikit dukungan untuk greenback terhadap yen Jepang.”

Sementara itu, Bank Indonesia siang tadi menetapkan kurs tengah berada di posisi Rp14.332 per dolar AS, menguat 77 poin atau 0,53% dari perdagangan sebelumnya di level Rp14.409 per dolar AS. Di saat yang hampir bersamaan, matu uang Asia kompak naik versus greenback, dengan penguatan tertinggi sebesar 0,49% menghampiri dolar Taiwan.

Loading...