Pertumbuhan Ekonomi Negara Berkembang Melambat di Tengah Ekspansi Global

www.abank.com.tr

Saat ini seharusnya menjadi momen optimisme bagi Asia. Perekonomian dunia telah mengalami ekspansi tercepat dalam satu dekade. Namun faktanya -negara berkembang secara keseluruhan masih tumbuh lebih lambat dari sebelum krisis keuangan global 2008 silam. Perubahan struktural terkait bagaimana teknologi membentuk global saat ini juga menjadi hal penting dari pembangunan Asia.

Dunia memprediksi bahwa negara India akan mengungguli China tahun ini dalam tingkat pertumbuhan untuk menjadi negara dengan pertumbuhan tercepat di dunia. Filipina dan Myanmar akan mencatat kenaikan () masing-masing 7% dan 6% pada tahun 2018. Bahkan Indonesia belum lama ini meluncurkan data yang menunjukkan pertumbuhan ekonomi di atas 5% pada kuartal terakhir tahun 2017 lalu, level tertinggi sejak 2015.

Menurut Direktur Penelitian Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal, pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2017 tertopang oleh berbagai faktor seperti memulihnya harga komoditas yang meningkatkan pertumbuhan hingga 9,09% dan membantu perekonomian Indonesia untuk tumbuh 5,07% pada 2017. “Sayangnya, kenaikan atau daya dorong dari eksternal ini tidak diimbangi perbaikan internal. Konsumsi rumah tangga masih di bawah 5 persen,” jelas Faisal, seperti dilansir Republika.

Kemudian apa masalahnya? Rupanya sebagian dari tokoh utama negara-negara berkembang kurang mengesankan dari penampilan mereka. Survei memperkirakan ekonomi negara berkembang secara kelompok akan tumbuh 4,3% per tahun selama dekade berikutnya. Walau terdengar bagus, namun angka tersebut masih 1% lebih lambat dari pertumbuhan PDB rata-rata sebelum krisis 2008.

“Pertumbuhan potensial telah menurun selama 2 dekade terakhir di seluruh negara berkembang,” demikian bunyi laporan tersebut seperti dilansir Nikkei. Diprediksi bahwa perekonomian akan terjun bebas seiring dengan penurunan produktivitas dan perubahan demografis, terutama di wilayah Asia dengan populasi yang lambat juga cukup rentan.

Sejumlah kekhawatiran tersebut tidak sepenuhnya dapat dijadikan sumber kepanikan. Pasalnya ekspansi global yang berkelanjutan masih bisa membantu konvergensi akhir untuk memulai kembali pertumbuhannya. “Apabila kondisi global kini kurang memungkinkan, justru semakin penting bahwa negara-negara berkembang memperbaiki keadaan internal mereka, mulai dari di bidang infrastruktur dan pendidikan hingga mempermudah asing dan memerangi korupsi,” kata James Crabtree, profesor praktik di Lee Kuan Yew School of Public Policy di National University of Singapore.

Loading...