Pertumbuhan Ekonomi Eropa Loyo, Rupiah Melemah di Hadapan Dolar AS

Rupiah - www.cnbcindonesia.comRupiah - www.cnbcindonesia.com

Jakarta – Nilai tukar dibuka melemah sebesar 2 poin atau 0,01 persen ke level Rp 13.975 per dolar AS di awal pagi hari ini, Jumat (8/2). Sebelumnya, Kamis (7/2), kurs Garuda berakhir terdepresiasi cukup dalam sebesar 53 poin atau 0,39 persen ke posisi Rp 13.973 per USD.

Indeks dolar AS yang mengukur pergerakan the terhadap enam mata uang utama terpantau menguat. Pada akhir perdagangan Kamis atau Jumat pagi WIB, indeks dolar AS naik 0,12 persen menjadi 96,505, menandai kenaikan untuk sesi keenam berturut-turut. Dolar AS berhasil melaju di tengah meningkatnya kekhawatiran tentang prospek yang memburuk untuk kawasan zona euro.

Seperti dilansir Reuters melalui Antara, Komisi Eropa memangkas secara tajam proyeksi pertumbuhan ekonomi zona euro tahun ini dan berikutnya lantaran pihaknya memperkirakan -negara di Eropa akan tertahan oleh ketegangan perdagangan global dan tantangan-tantangan domestik. Ketegangan perdagangan global dan naiknya utang publik mempercepat perlambatan di zona euro, sehingga menyulitkan rencana Sentral Eropa (ECB) untuk menaikkan tahun ini dan turut melemahkan euro.

ini pada dasarnya hanya menguraikan apa yang sekarang diketahui oleh semua orang, bahwa ada perlambatan yang nyata. Semuanya menjadi semacam penggabungan dalam narasi ini bahwa bank sentral mungkin tidak akan melakukan apa pun untuk sisa tahun ini,” ujar Alfonso Esparza, analis mata uang senior di OANDA di Toronto.

Sementara itu, jumlah penduduk Amerika yang mengajukan aplikasi untuk tunjangan pengangguran turun dari mendekati level tertinggi satu setengah tahun pekan lalu, mengindikasikan kekuatan tenaga kerja yang berkelanjutan untuk menopang ekonomi AS.

Menurut ekonom Bank Permata Josua Pardede, lemahnya euro telah mengakibatkan dolar AS menguat. Oleh sebab itu, mata uang negara emerging market termasuk rupiah pun terpaksa melemah di hadapan dolar AS. Kurs euro melemah usai Eropa melaporkan data industri yang di bawah perkiraan.

Jumlah pesanan industri manufaktur Jerman per Desember 2018 dilaporkan turun 1,6 persen dari bulan sebelumnya. Produksi sektor industri Jerman juga anjlok 0,4 persen pada Desember, lebih rendah dari prediksi pasar untuk kenaikan sebesar 0,8 persen.

Sedangkan dari dalam negeri juga ada sentimen negatif bahwa cadangan devisa bulan Januari 2019 hanya USD 120,1 miliar. “Artinya terjadi penurunan sekitar US$ 600 juta dibandingkan cadangan devisa Desember 2018,” ujar Josua, seperti dilansir Kontan.

Loading...